Posted in

Polri Siapkan Skema Contraflow, One Way-Gage di Trans Jawa saat Mudik Lebaran

Di antaranya penerapan sistem contraflow, salah satunya ganjil genap di beberapa ruas Tol Trans Jawa saat arus mudik dan balik. Contraflow dan one way point juga sudah ditentukan sejauh ini.

Rakor digelar di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026). Rakor tersebut digelar dengan tema ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Adapun Jenderal Sigit duduk bersama para menteri dan kepala lembaga untuk menyelaraskan langkah pengamanan.

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Turut hadir dalam rakor tersebut di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Selain itu, hadir pula Waasops Panglima TNI Marsma TNI M. Taufiq Arasj, Kepala BNPB, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, hingga jajaran Dirut BUMN seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.

“Kita masih akan memberlakukan sistem one way pada saat arus mudik, dimana kita melakukan kegiatan tersebut mulai dari kilometer 70 (Tol Japek),” kata Jenderal Sigit di lokasi.

Sebelum penerapan one way, Korps Lalu Lintas Polri akan melakukan pembersihan jalur dan rest area. Kemudian pada saat melaksanakan normalisasi, petugas juga akan melakukan lakukan penyisiran.

“Namun demikian di lapangannya silakan nanti disesuaikan dengan diskresi dengan memperhatikan indikator-indikator kepadatan yang ada,” tuturnya.

Demikian dengan sistem ganjil genap dan sistem contraflow yang akan berlakukan. Gage, kata dia, diterapkan di Tol Japek hingga Tol Kalikangkung. Sedangkan contraflow arus mudik dilakukan di Tol Japek.

“Untuk sistem ganjil genap dimulai dari Km 47-Km 414 Semarang-Batang. Kemudian untuk contraflow dimulai dari Km 47-Km 70,” jelasnya.

Begitupula dengan arus balik Lebaran nantinya. Polisi akan memberlakukan rekayasa lalu lintas sesuai dinamika kepadatan di lapangan.

“Semuanya dilaksanakan berdasarkan kajian dari traffic counting dengan melibatkan stakeholder terkait. Sehingga pada saat kita melaksanakan rekayasa lalu lintas, semuanya berjalan sesuai dengan rencana,” tutur Jenderal Sigit.

Menurut Sigit, pengaturan rekayasa lalu lintas pada jalur tol menjadi kunci agar pelaksanaan pengamanan dan pelayanan arus mudik betul-betul berhasil. Wilayah asal pemudik didominasi dari Jawa Barat, Jabodetabek (Jakarta, Banten) hingga Jawa Timur.

Sedangkan lima besar destinasinya adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan sebagainya, lanjutnya.

Fokus pengamanan tidak hanya tertuju pada kelancaran arus lalu lintas di jalan tol dan arteri, tetapi juga mencakup 121.803 masjid untuk pelaksanaan salat Id, serta lebih dari 4.000 objek wisata yang diprediksi akan diserbu pengunjung selama masa libur Lebaran.

Operasi Ketupat 2026 ini rencananya akan digelar selama 13 hari, mulai dari 13 hingga 25 Maret 2026 mendatang. Hal itu menyesuaikan dengan prediksi puncak arus mudik gelombang pertama yang diperkirakan jatuh pada 14-15 Maret mendatang.

Rapat ini diikuti oleh 302 peserta tatap muka, antara lain 28 Mapolres PJU dan 36 Kapolda se-Indonesia. Dalam struktur Operasi Ketupat 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasional (Bijakops), didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakil Penanggung Jawab. Secara teknis, operasi ini akan dipimpin oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho sebagai Kaopspus. Seluruh petugas Pengoperasian Ketupat 2026 hadir dalam Rapat Koordinasi ini.

Sementara itu, para Kapolres dan jajaran Forkopimda tingkat daerah mengikuti jalannya rakor secara virtual untuk memastikan instruksi pusat tersampaikan hingga ke level wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *