
KDRT di Trenggalek Berujung Kematian, Korban Sempat Dianiaya
ED meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan yang menyebabkan dirinya mengalami depresi hingga akhirnya mengakhiri nyawanya. Kejadian ini bermula dari video yang memperlihatkan seorang pria memukul UGD di jalan Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Trenggalek.
Dalam video berdurasi 44 detik tersebut, korban terlihat hendak menaiki sepeda motor sebelum pelaku memukul kepalanya. Aksi itu dibalas korban dengan melempar sandal, namun pelaku terus mengejar dan memukuli korban, bahkan menggunakan balok kayu.
AKP Katik, Kasihumas Polres Trenggalek, membenarkan kejadian tersebut. Meski belum ada laporan resmi, polisi langsung melakukan penelusuran. “Betul memang ada kejadian dugaan KDRT tersebut. Kami baru tahu sore ini tadi karena kejadian itu tidak dilaporkan ke kami. Ini anggota Polsek Pule masih melakukan penelusuran,” kata AKP Katik, Minggu (1/3/2026).
Pria dalam video tersebut ternyata bukan anggota kepolisian, melainkan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor. “Bukan, bukan anggota polisi itu, dia itu dulu adalah residivis curanmor,” ujar AKP Katik.
Penyelidikan sementara mengungkap bahwa penganiayaan dipicu oleh niat korban untuk pulang ke Palembang karena merasa tidak nyaman tinggal bersama suaminya di Trenggalek. “Di situ sempat terjadi kekerasan, kemudian kejadian berikutnya terjadi di depan bengkel di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, korban dianiaya seperti dalam video,” jelas Katik.
Setelah kejadian, ED dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis akibat keracunan. Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono, membenarkan bahwa pasien berinisial ED masuk ke IGD dengan gejala awal intoksikasi pestisida dan mengalami gagal ginjal.
Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.00 WIB setelah mendapat perawatan intensif. Tadi dari komunikasi dengan pihak keluarga, pihak keluarga palembang ingin agar jenazahnya dibawa ke palembang. Namun belum ada keputusan karena masih terkendala biaya, kata Sujiono.
Polisi masih mendalami keterkaitan antara KDRT dengan kematian korban. AKP Katik menduga ED mengalami depresi sebelum menenggak racun. “Informasinya demikian, ini masih kami kroscek di rumah sakit. Yang jelas kasus ini masih dalam penyelidikan,” kata Katik.
Sumber: detik.com


What’s Your Reaction?
- 0
Like - 0
Dislike - 0
Funny - 0
Angry - 0
Sad - 0
Wow
