
Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang membagikan video momen mencekam saat rudal Iran menghantam pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain ternyata berasal dari Dusun Bilekedit Barat, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. PMI yang membagikan video itu bernama Dedi Putrawan.
Kepala Dusun Bilekedit Barat Syahid Mursal membenarkan warganya berada di Bahrain. Kebenarannya ia dapatkan saat melihat video yang diunggah istri Dedi, Rosita Rohimatullah, dari akun Facebook @Rosita Rohimatullah. Rosita sekarang berada di Abu Dhabi.
“Benar. PMI ini bernama Dedi Putrawan. Kebetulan baru-baru berangkat ke Bahrain,” kata Said, sapaan karib Syahid Mursal, saat ditemui detikBali di rumahnya, Minggu malam (1/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi, Said berujar, berangkat ke Bahrain melalui salah satu perusahan di Jakarta sekitar tiga bulan lalu. Pria dua anak itu kini tidak terlalu dekat dengan lokasi pengeboman rudal Iran ke pangkalan AS di Bahrain.
“Kami belum tahu persis lokasi Dedi, cuma dia pernah bilang bekerja di restoran di sana. Dari pihak keluarga sudah berkomunikasi, keadaan Dedi masih aman,” terang Said.
Mewakili keluarga Dedi, Said berharap Pemerintah Indonesia atau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manama, Bahrain, memberikan jaminan keamanan bagi PMI yang bekerja di sana.
“Kami hanya berdoa, warga kami tidak menjadi korban di sana. Cuma bisa berdoa agar selalu selamat,” terang Said.
Diberitakan sebelumnya, PMI Lombok Timur, NTB membagikan video momen menegangkan saat rudal Iran menghantam pangkalan militer AS di Bahrain. Video tersebut viral di media sosial dan banyak dikomentari warganet. Video tersebut diunggah melalui akun Facebook @Rosita Rohimatullah.
Rosita dalam keterangannya mengaku saat ini bekerja sebagai PMI di Dubai. Sementara suaminya bekerja di Bahrain, salah satu negara yang disebut menjadi sasaran rudal Iran.
Rekaman yang diunggah Rosita memperlihatkan suasana mencekam disertai suara dentuman keras. Suami Rosita terdengar panik dan mengaku khawatir dengan keselamatannya. Ia menyebut rudal terlihat jelas melintas di atas wilayah tempatnya berada.
(iws/iws)
