
Kawanan Drone Iran Bisa Hancurkan Kelompok Serang Kapal Induk AS
loading…

Pemandangan dari pameran saat Iran memamerkan rudal, roket pembawa satelit, dan sistem pertahanan udaranya, termasuk rudal dan drone yang digunakan dalam serangan ke Israel, di Pusat Pameran Permanen Taman Penerbangan dan Antariksa Angkatan Darat Garda Re
A A A
TEHERAN – Seorang spesialis sistem drone Kanada memperingatkan meningkatnya penggunaan kawanan drone berbiaya rendah oleh Iran dapat menimbulkan ancaman serius terhadap aset angkatan laut utama Amerika Serikat (AS), termasuk kelompok serang kapal induk. Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Cameron Chell, CEO dan salah satu pendiri perusahaan drone Dragonfly, mengatakan meningkatnya ketergantungan Iran pada sistem tak berawak yang relatif murah menciptakan bentuk peperangan asimetris yang efektif yang mampu menantang platform militer canggih.
Menurut Fox News, Chell berpendapat kemampuan drone Iran — yang menurutnya berharga “puluhan juta dolar” — dapat digunakan untuk melancarkan serangan saturasi menggunakan hulu ledak berbiaya rendah dan platform peluncuran yang murah, yang berpotensi melumpuhkan sistem pertahanan udara dan rudal konvensional.
Dragonfly, yang berbasis di Vancouver, mengembangkan solusi drone untuk sektor-sektor termasuk keselamatan publik, pertanian, inspeksi industri, dan pemetaan.
Chell mengatakan Iran telah membangun ancaman drone-nya melalui pesawat tanpa awak yang dirancang untuk melakukan serangan intensif dan dalam jumlah besar terhadap sistem yang canggih secara teknologi, dan menggambarkan taktik tersebut sebagai tantangan signifikan bagi pertahanan angkatan laut tradisional.
Serangan rudal dan drone Iran terbukti mampu menerobos pertahanan rudal Iron Dome yang dimiliki Israel. Kota-kota penting di Israel hancur akibat serangan rudal dan drone Iran.
Cameron Chell, CEO dan salah satu pendiri perusahaan drone Dragonfly, mengatakan meningkatnya ketergantungan Iran pada sistem tak berawak yang relatif murah menciptakan bentuk peperangan asimetris yang efektif yang mampu menantang platform militer canggih.
Menurut Fox News, Chell berpendapat kemampuan drone Iran — yang menurutnya berharga “puluhan juta dolar” — dapat digunakan untuk melancarkan serangan saturasi menggunakan hulu ledak berbiaya rendah dan platform peluncuran yang murah, yang berpotensi melumpuhkan sistem pertahanan udara dan rudal konvensional.
Dragonfly, yang berbasis di Vancouver, mengembangkan solusi drone untuk sektor-sektor termasuk keselamatan publik, pertanian, inspeksi industri, dan pemetaan.
Chell mengatakan Iran telah membangun ancaman drone melalui pesawat tak berawak yang dirancang untuk melakukan serangan intensif dan berskala besar terhadap sistem berteknologi maju, dan menggambarkan taktik tersebut sebagai tantangan signifikan terhadap pertahanan angkatan laut tradisional.
Serangan rudal dan drone Iran terbukti mampu menerobos pertahanan rudal Iron Dome yang dimiliki Israel. Kota-kota penting di Israel hancur akibat serangan rudal dan drone Iran.
(sya)
Lihat Juga :
