Posted in

Brigade Joxzin Serahkan Surat Terbuka ke Polres Bantul

Brigade Joxzin Serahkan Surat Terbuka ke Polres Bantul

Brigade Joxzin mendatangi Polres Bantul untuk menyampaikan surat terbuka kepada Kapolres Bantul, Jumat (27/2/2026), terkait kasus pembunuhan di Sedayu yang menewaskan salah satu anggotanya.

Anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni menjelaskan, keempat orang tersebut hanya merupakan teman almarhum. Keempat orang tersebut bukan anggota Brigade Joxzin, mereka hanya teman almarhum, kata Novweni, Sabtu (28/2/2026).

Novweni menambahkan, keempat orang tersebut sempat berkumpul di rumah korban pada malam sebelum pembunuhan terjadi.

Korban diketahui dibunuh secara sadis oleh orang tak dikenal saat sedang tidur bersama istri dan anaknya di rumahnya di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, pada Rabu (25/2) sekitar pukul 05.30 WIB.

Terkait kegiatan yang dilakukan keempat orang tersebut bersama korban, Novweni menyebut mereka hanya sekadar berkumpul saja dan tidak memiliki permasalahan dengan korban. “Mereka itu hanya kumpul-kumpul saja di rumah almarhum, dan yang jelas mereka bukan anggota Brigade Joxzin,” ujarnya.

Novweni juga menegaskan, keempat rekan korban tidak ada di lokasi saat pembunuhan terjadi. “Mereka tidak ada di lokasi saat kejadian. Jadi berkumpul, bubar, lalu terjadilah,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi menyatakan empat orang saksi yang diperiksa terkait pembunuhan di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, berada di rumah korban. Kabid Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, keempat saksi tersebut merupakan rekannya yang sempat berkumpul di rumah korban sebelum kejadian, Jumat (27/2/2026).

Saat ditanya apakah keempat saksi mengetahui akan ada penyerangan terhadap korban, Rita mengaku belum bisa mengungkapkannya karena masih dalam pendalaman.

Rita juga belum memastikan apakah keempat saksi tersebut merupakan anggota Brigade Joxzin atau bukan. DetikJogja kembali menghubungi Rita untuk meminta konfirmasi soal hasil pemeriksaan terhadap para saksi, namun hingga siang ini belum ada respons.

Pembunuhan tersebut terjadi pada Rabu (25/2) sekitar pukul 05.30 WIB saat korban bersama istri dan anaknya sedang tidur di ruang tengah. Istri korban mengaku mendengar pintu belakang rumahnya terbuka, kemudian muncul pelaku yang menggunakan penutup muka (sebo) dan langsung mengayunkan parang ke arah korban yang masih tertidur.

Istri korban sempat menangkis ayunan parang tersebut hingga tiga jarinya terluka. Anak korban yang masih berusia lima tahun tidak mengalami luka apapun. “Meski sudah ditangkis saksi (istri korban), ayunan parang pelaku mengenai wajah, perut dan jari korban,” ujar Rita, Rabu (25/2) lalu.

Setelah membacok korban, pelaku langsung pergi meninggalkan rumah. Berdasarkan pemeriksaan polisi dan petugas medis, korban mengalami luka di wajah dan di perut sampai ke paha.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pembunuhan tersebut. “Sampai hari ini ada empat orang saksi yang sudah diperiksa,” kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Jumat (27/2/2026).

Keempat saksi yang diperiksa itu merupakan teman dari korban yang tengah berkumpul di rumah korban sebelum pembunuhan itu terjadi.

Menurut Mohamad Novweni, ada informasi bahwa korban sebelumnya terlibat saling tantang dengan kelompok lain. “Dari keterangan teman-teman Joxzin se-daerah, informasinya sempat ada tantang-tantangan perkelahian dengan kelompok lain,” kata Novweni, Jumat (27/2/2026).

Novweni mengaku tidak mengetahui asal kelompok lain tersebut, namun saling adu mulut antara korban dan kelompok lain sudah terjadi beberapa waktu lalu. “Beberapa minggu lalu ini tantangannya, lalu beberapa minggu kemudian terjadi kejadian ini,” ujarnya.

Novweni menyerahkan penanganan kasus itu ke Polres Bantul dan tidak mau menduga asal kelompok yang terlibat saling tantang dengan korban. “Tapi kita tidak bisa menduga pelaku dari ormas atau sebagainya karena semua diserahkan ke polisi dan polisi baru mendalaminya,” ucapnya.

Sumber: detik.com


What’s Your Reaction?

0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *