Posted in

Fakta Terbaru Pria Tewas Dibacok Saat Tidur di Bantul TRIBRATA TV

Bantul, TRIBRATA TV

Seorang pria bernama Kitin Yoga Tama Rustamaji (36), anggota organisasi masyarakat Brigade Joxzin, tewas setelah dibacok orang tak dikenal saat tidur bersama istri dan anaknya di rumahnya di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB kemarin.

Korban yang juga dikenal dengan inisial YTR itu diserang dua pelaku yang mengenakan penutup wajah. Pelaku masuk ke dalam rumah dan langsung membacok korban di ruang tengah. Setelah melakukan penyerangan, keduanya melarikan diri.

Anak korban yang berusia lima tahun tidak mengalami luka, sedangkan istri korban mengalami luka akibat menangkis serangan pelaku.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan hingga saat ini sudah ada empat saksi yang diperiksa.

“Sampai saat ini sudah ada empat orang saksi yang diperiksa,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Keempat saksi tersebut merupakan rekan korban yang berkumpul di rumah korban sebelum kejadian. Polisi juga berencana memeriksa istri korban setelah kondisi psikologisnya memungkinkan.

“Untuk istri korban belum dapat kami periksa karena masih dalam suasana duka. Hari ini kami akan meminta keterangan dari istri korban,” tambahnya.

Anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni, menyatakan korban telah menjadi anggota sejak 2019 dan memiliki kartu tanda anggota (KTA).

“Korban memang tergabung dan menjadi anggota Joxzin sejak tahun 2019,” kata Novweni saat ditemui di Polres Bantul, Jumat (22/2/2026).

Novweni bersama sejumlah anggota Brigade Joxzin mendatangi Polres Bantul untuk menyampaikan surat terbuka kepada Kapolres. Mereka meminta aparat segera mengungkap dan menangkap pelaku dalam waktu 2×24 jam untuk mencegah spekulasi dan potensi gejolak di lapangan.

“Kami mendesak Polres Bantul segera bertindak dan menangkap pelaku pembunuhan ini,” tegasnya.

Diduga Bermotif Dendam
Pihak Brigade Joxzin menduga pembunuhan tersebut dilatarbelakangi motif dendam. Dugaan itu muncul karena tidak ada barang berharga korban yang hilang dari lokasi kejadian.

“Dari pihak Polres juga disampaikan tidak ada benda-benda yang hilang. Jadi kami menduga ada unsur dendam yang sudah lama,” ujar Novweni.

Ia juga mengungkapkan, korban pernah terlibat tawuran dengan kelompok lain beberapa minggu sebelum kejadian. Namun pihaknya belum mengetahui secara pasti kelompok mana yang dimaksud dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada polisi.

“Beberapa pekan lalu memang sempat ada tantang-tantangan dengan kelompok lain, tapi kami tidak bisa menduga pelaku dari ormas mana. Semua kami serahkan ke polisi,” katanya.

Menurut Novweni, selama menjadi anggota Brigade Joxzin, korban tidak pernah memiliki masalah internal maupun dengan kelompok lain. Sehari-hari, korban diketahui bekerja sebagai wiraswasta yang memelihara dan membesarkan ayam jago.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif pelaku pembacokan tersebut.(Didik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *