![]()
Polri Siapkan Rekayasa Lalin saat Mudik Lebaran 2026
Editor – Tegar
2 Mar 2026
Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri akan menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas pada arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada periode Idul Fitri.
Menurutnya, strategi rekayasa lalu lintas masih dinilai efektif berdasarkan pengalaman pengamanan mudik tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, lanjut Kapolri, pola pengaturan arus akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan secara situasional.
“Kemudian tentunya strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan. Hal ini berdasarkan pengalaman yang sudah ada,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, skema yang disiapkan meliputi penerapan one way dan contraflow di ruas tol tertentu. Selain itu, pengaturan rest area dan pembatasan kendaraan sumbu tiga juga akan diberlakukan.
“Pemberian imbauan, peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus akan kita lakukan. Semua rekayasa tersebut disiapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan,” katanya.
Di sisi lain, Sigit menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan dari mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran. Pada tahun lalu, perputaran uang dari pusat ke daerah tercatat mencapai sekitar Rp137 triliun.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya multiplier effect terhadap perekonomian daerah. Ia berharap pengamanan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan optimal sehingga pertumbuhan ekonomi turut meningkat.
“Tentunya kita harapkan pengamanan Operasi Ketupat 2026 bisa berhasil maksimal. Dengan demikian multiplier effect bagi perekonomian daerah akan berdampak signifikan,” tutupnya.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan rekayasa lalu lintas harus diimbangi kesiapan personel di lapangan. Menurutnya, koordinasi antarinstansi menjadi kunci agar penerapan skema berjalan efektif dan terukur.
Rekayasa lalu lintas harus didukung oleh kesiapan personel dan infrastruktur yang memadai. Sinergi lintas sektor penting agar pengamanan mudik berjalan aman dan lancar, ujarnya.
Dia menambahkan, pengamanan lalu lintas mudik tidak hanya fokus pada kelancaran kendaraan. Aspek keselamatan pemudik dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama selama operasional.
