
Anggota organisasi masyarakat (ormas) Brigade Joxzin bernama Kitin Yoga Tama Rustamaji atau YTR (36) tewas dibunuh orang tak dikenal saat sedang tidur bersama istri dan anaknya di rumahnya di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Sebelumnya, korban diketahui sempat terlibat saling tantang dengan kelompok lain.
Pembunuhan itu terjadi pada Rabu (25/2) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu istri korban mendengar pintu belakang rumahnya terbuka. Saat itulah muncul pelaku yang menggunakan penutup muka (sebo) langsung mengayunkan parang ke arah korban yang masih tertidur.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, saat itu istri korban sempat menangkis ayunan parang tersebut hingga tiga jarinya terluka. Sedangkan anak TYR yang masih berusia lima tahun tidak mengalami luka apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sempat ditangkis oleh saksi (istri korban), namun ayunan parang pelaku mengenai bagian wajah, perut, dan jari korban, kata Rita, Rabu (25/2) lalu.
Setelah membacok TYR, pelaku langsung pergi meninggalkan rumah TYR. Berdasarkan pemeriksaan polisi dan petugas medis, korban mengalami luka di wajah dan di perut sampai ke paha.
4 Rekan Korban Diperiksa
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pembunuhan tersebut.
Hingga saat ini sudah empat orang saksi yang diperiksa, kata Kabid Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, Jumat (27/2/2026).
Keempat saksi yang diperiksa itu merupakan teman dari korban. Dari keterangan sementara, sebelum kejadian, keempat saksi itu diketahui berkumpul di rumah korban.
“Empat saksi itu rekan yang sempat berkumpul di rumah korban sebelum kejadian,” kata Rita, kemarin.
Saat ditanya apakah keempat orang tersebut mengetahui akan ada penyerangan terhadap korban, Rita mengaku belum bisa membeberkannya. Rita juga belum memastikan apakah empat orang yang berkumpul di rumah korban merupakan anggota Brigade Joxzin.
Terlibat Saling Tantang
Menurut anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni, ada informasi bahwa korban sebelumnya terlibat saling tantang dengan kelompok lain.
“Dari keterangan teman-teman Joxzin se-daerah, informasinya sempat ada tantang-tantangan perkelahian dengan kelompok lain,” kata Novweni saat dihubungi detikJogja, Jumat (27/2/2026).
Namun Novweni mengaku belum mengetahui asal kelompok lainnya. Ia mengatakan, saling adu mulut antara TYR (36) dengan kelompok lain sudah terjadi beberapa waktu lalu.
“Beberapa pekan kemarin kok itu yang tantang-tantangan itu, lalu selang beberapa pekan terjadi kejadian itu,” ujarnya.
Novweni mengaku tak mau menduga asal kelompok yang terlibat saling tantang dengan korban. Pihaknya menyerahkan penanganan kasus itu ke Polres Bantul.
“Tapi kita tidak bisa menduga pelaku dari ormas atau sebagainya karena semua diserahkan ke polisi dan polisi baru mendalaminya,” ucapnya.
Belum Pernah Bermasalah
Novweni menjelaskan, selama menjadi anggota Brigade Joxzin, korban tidak pernah bermasalah dengan anggota lain atau kelompok lain.
“Kalau di anggota Joxzin belum pernah bermasalah, baik dengan anggota sendiri dan kelompok lain,” kata dia, kemarin.
Novweni menambahkan, korban sehari-hari dikenal sebagai seorang wiraswasta. Di mana usahanya berhubungan dengan memelihara ayam.
“Almarhum wiraswasta, dia pelihara ayam jago. Jadi dia pelihara anak ayam jago lalu dipelihara,” jelasnya.
Sementara itu, polisi belum banyak bicara terkait keterangan bahwa korban disebut sempat terlibat saling tantang. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Bantul.
(dil/dil)
