
Penghijauan Lahan Longsor Cisarua Dimulai dengan Drone

Luas longsor mencapai sekitar 26 hektare, dengan panjang longsor dari puncak Gunung Burangrang hingga Kampung Pasir Kuda mencapai 2.009 meter atau 2 kilometer. Pemerintah daerah dan pusat berupaya mencegah terjadinya tanah longsor dengan melakukan penghijauan kembali.
Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Ade Zakir, menyatakan bahwa penaburan benih menggunakan drone telah dimulai sejak Jumat pagi (1/3/2025). Langkah ini diambil sebagai upaya penghijauan untuk mencegah terjadinya longsor kembali.
Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Pemprov Jabar, dan Pemda KBB sepakat untuk menanam tanaman keras di kawasan tersebut. Kesepakatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya longsor susulan.
Ade Zakir menambahkan, arahan dari Menteri LH, Menteri Pertanian, dan gubernur adalah untuk fokus pada penghijauan lahan bekas longsor.
Pemerintah juga sedang membahas penggantian lahan pertanian warga yang terdampak longsor. Lahan pertanian dan greenhouse warga tertimbun longsor.
“Ya soal itu kita berharap demikian (bisa ditukar guling dengan tanah kas desa), sehingga yang terdampak longsor kan dihijaukan, nah warga jadi menggarap tanah kas desa,” kata Ade Zakir.
Salah seorang warga Desa Pasirlangu, Iman Rahmat, kehilangan mata pencahariannya sebagai petani sayuran akibat longsor. Lahan seluas 140 tumbak miliknya habis tertimbun. Ia berharap ada solusi agar bisa kembali bekerja.
“Tanah saya 140 tumbak, sudah ada sertifikatnya. Ya bingung, mau kerja apa lahannya habis. Belum ada (pembahasan soal penggantian), harapannya ya segera ada supaya bisa bekerja lagi,” kata Iman.
Sumber: detik.com


What’s Your Reaction?
- 0
Like - 0
Dislike - 0
Funny - 0
Angry - 0
Sad - 0
Wow

