Posted in

Pengacara Ibu Kandung Ungkap Chat Eks Suami Sebelum Bocah NS Meninggal

“Kuasanya kami terima pada 20 Februari. Saat itu, Bu Lisnawati (ibu kandung) menjelaskan bahwa dia adalah ibu kandung Nizam Syafei yang meninggal penuh kejanggalan,” kata kuasa hukum Lisnawati, Mira Widyawati, dalam rapat dengan Komisi III DPR di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia merinci sejumlah kejanggalan seperti luka memar dan luka bakar di tubuh NS. Kuasa hukum juga membeberkan perbincangan ibu kandung Lisnawati dengan mantan suaminya, AS, saat kejadian.

“Kejanggalan itu berupa luka-luka lebam tumpul dan luka bakar di luar. Kemudian pada saat kejadian, Ibu Lisnawati itu dipanggil atau ditelepon oleh mantan suaminya atau Bapak AS, di-chat untuk datang ke rumah sakit untuk melihat anaknya pada kondisi dia sakit, belum meninggal,” ujar Mira.

Ia menyebut sebelum kematian NS pada 18 Februari 2026, ayahnya bahkan sempat berbicara soal pemakaman ke Lisnawati. Sang ayah juga disebut meminta maaf jika usia anak ini tak panjang.

“Jadi pada tanggal 15, Pak Februari mereka ada chat. Chat-nya itu isinya bahwa ini anaknya sakit katanya, dalam bahasa Sunda, Pak. Tapi kalau diterjemahkan begitu,” ujar Mira.

“Terus klien kita bilang, ‘Sudah dibawa ke dokter?’, ‘Belum’ katanya. ‘Kenapa?’, ‘Tidak ada waktu,’ itu saja. Lalu ada WhatsApp lagi, ‘Maaf kalau misalnya anak ini tidak berumur panjang’. Mohon maaf, dan mungkin dia akan dimakamkan di kuburan keluarga ini, dekat makam ayah atau kakeknya,” imbuhnya.

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mempertanyakan ucapan ayah NS terkait pemakaman. Kuasa hukum menduga NS ditelantarkan oleh ayah dan ibu tirinya hingga tak dibawa ke rumah sakit.

“Sudah ngomong begitu ya? Masih di rumah itu?” kata Habiburokhman.

“Masih di rumah, udah kritis. Kami mendapat video-video pada saat dia masih di rumah dengan kondisi kritis itu, kita sudah dapat bukti-bukti foto dan video sehingga kita menganalisa bahwa ini adalah pembiaran atau penelantaran sengaja untuk tidak dibawa ke rumah sakit begitu,” jawab Mira.

Kliennya disebut baru mendapat kabar lagi di hari kematian sang anak. Ayahnya mengklaim NS sakit paru-paru.

Ia menyebut selama 4 tahun, ibu kandung sulit berkomunikasi dengan sang anak. Ibu kandungnya melihat NS dalam kondisi sudah meninggal dunia dan dikafani. Mira juga menyertakan kejanggalan lain, yaitu saat ayah NS tak menghadiri pemakaman. Pihaknya mempertanyakan sikap dari ayah NS.

“Jadi selama dia masih hidup, kami tidak melihat anak itu lagi, yang lebih menyedihkan, sampai pemakaman, jenazahnya ditutupi kain kafan sehingga wajahnya tidak terlihat,” kata Mira.

“Jadi empat tahun terakhir mereka tidak bertemu, bertemu-temu sudah menjadi jenazah anak ini, begitu. Nah, di situ di acara pemakaman, bapak kandungnya tidak hadir, Pak. Tidak ada. Entah ke mana, begitu. Jadi itu kejanggalan yang kita terima,” imbuhnya.

Lihat juga Video: Komisi III DPR Soroti soal Ayah NS Bocah Tewas di Sukabumi Anggota Gengster

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *