Posted in

Kecewa Anggaran Pascabencana ke Sumut Rp 2,1 T, Gubsu Bobby Keluar dari Rapat

Sebuah video yang menampilkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution keluar dari rapat bareng menteri koordinator (Menko) viral di media sosial. Bobby mengaku kecewa sehingga keluar dari rapat virtual tersebut.

Dalam video yang dilihat, Senin (2/3/2026), terlihat Bobby mengikuti rapat bersama Kepala Bappelitbang Sumut Dikky Anugerah di dalam sebuah ruangan. Bobby mengikuti rapat bareng Menko tersebut secara virtual.

Ekspresi muka Bobby terlihat kesal dalam video tersebut. Ia kemudian terlihat mengajak Dikky keluar dari lokasi rapat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Cuma Pak Menko yang protes, siapa yang mengatur, ayo kita cabut saja, tidak jelas,” kata Bobby dalam video tersebut.

Saat ditanya soal video tersebut, Bobby mengatakan jika data penanganan pascabencana diambil dari rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P). Data R3P itu disebut disusun dengan kementerian/lembaga dan sudah diverifikasi.

“Iya itu kan dana penanganan pascabencana datanya diambil dari R3P masing-masing daerah, R3P itu datanya sudah dikonfirmasi, bukan hanya pemerintah daerah yang buat, tapi dengan kementerian/lembaga, dan sudah diverifikasi melaui BPS dan sudah dimasukkan ke Bappenas,” kata Bobby Nasution saat meninjau pembangunan sekolah rakyat di Kota Padangsidimpuan, Senin (2/3/2026).

Bobby kemudian menjelaskan jika pemerintah pusat mengalokasikan Rp 56 triliun untuk penanganan pascabencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Namun, Sumut mendapat paling sedikit di banding yang lain, yakni Rp 2,1 triliun.

“Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp 56 triliun lebih untuk membantu daerah terdampak bencana, Rp 56 triliun itu dibagilah ke 3 provinsi, yang kemarin kita keberatan adalah pembagian ke Provinsi Sumatera Utara hanya Rp 2,1 triliun dari Rp 56 triliun, sedangkan kebutuhan kita ada Rp 30 triliun lebih,” ujarnya.

Sehingga Bobby kecewa dengan penyaluran anggaran R3P padahal Sumut menjadi daerah yang paling parah terkena dampaknya setelah Aceh. Bobby kemudian menanyakan apa dasar pembagian anggaran tersebut.

“Ini yang kita sampaikan, kita sedikit kecewa, dan keberatan dengan angka tersebut, padahal kita korban ya namanya bencana pasti tolak ukur adalah dampaknya, korbannya setelah Aceh kita korban terbanyak, juga seperti rumah hilang juga kita salah satu terbanyak,” sebutnya.

“Tapi anggarannya kita yang paling kecil, ini yang kita pertanyakan alasanya apa, dasarnya apa, kok bisa dari Rp 56 triliun itu pembagian ke daerahnya seperti apa, dilihat dari jumlah korban harusnya kita nggak segitulah angkanya, dilihat dari kerusakan juga harusnya nggak segitu,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Bobby menuturkan jika kemari sudah disampaikan anggaran itu bakal direvisi.

“Tapi mudah-mudahan kemarin disampaikan nanti mudah-mudahan bisa direvisi,” tuturnya.

Tonton DetikSore Langsung:

(niz/mjy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *