
Mudik 2026 Aman, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kecelakaan
Beberapa teknik lalu lintas akan diterapkan mulai dari pengaturan satu arah nasional, satu arah lokal, contraflow, hingga penataan rest area.

“Kemudian tentunya strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada. Mulai One Way Nasional, One Way Lokal, Contraflow, pengaturan di Rest Area, pembatasan kendaraan sumbu tiga, pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan,” jelas Listyo.
Kecelakaan Sering Terjadi
Terkait jam rawan kecelakaan, kata Listyo, berdasarkan data tahun 2025, kecelakaan sering terjadi pada pukul 21.00 – 00.00 malam.
Listyo mengungkapkan beberapa faktor penyebab terjadinya kecelakaan yang sering terjadi pada pemudik. Mulai dari gagal jaga jarak aman, kelalaian lalu lintas, mengantuk, hingga terlalu memaksakan.
“Kemudian penyebab kejadian, yang nomor satu adalah gagal menjaga jarak aman. Diikuti kelalaian terhadap lalu lintas dari depan. Jadi, ini mungkin juga disebabkan oleh faktor kecepatan yang bertambah, namun di satu sisi juga kadang kala ada masyarakat yang sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi kejadian laka,” jelas Listyo dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, Senin (2/3).
Evaluasi Kepolisian
Dia menegaskan, data tersebut dijadikan bahan evaluasi pihak kepolisian dalam Operasi Ketupat 2026, khususnya menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Sementara itu, dalam Operasi Ketupat 2026, Polri mengerahkan total 161.243 personel gabungan untuk melakukan pengamanan di berbagai titik.
“Pelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel,” ucap Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo saat ditemui di STIK PTIK, Senin (2/3).
Personel gabungan tersebut terdiri dari 89.229 anggota Polri dan 72.015 dari instansi lain seperti TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga organisasi masyarakat.
