Posted in

Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Remaja 16 Tahun

Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Remaja 16 Tahun

Menurut Siswanto, Kamituwo Dusun Pendem, Desa Carat, ledakan tersebut kemungkinan terjadi saat perakitan petasan atau balon udara. “Di waktu itu kemungkinan merakit bom atau balon udara. Masih rencana mau buat mercon. Ledakannya cuma satu kali, tapi luar biasa,” ujar Siswanto.

Suara ledakan terdengar hingga radius ratusan meter. Siswanto yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, segera mendatangi sumber suara. “Posisi saya di rumah, jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi. Karena mendengar ledakan, saya langsung merapat ke TKP,” ujarnya.

Meskipun lokasi kejadian berada di luar wilayahnya, Siswanto berinisiatif membantu mencari korban. “Saya langsung ke TKP untuk mencari korban. Dua-duanya masih hidup waktu saya sampai,” katanya.

Korban meninggal diketahui bernama Rifai (16). Saat ditemukan, Rifai masih hidup dan dalam pelukan ibu serta kakak laki-lakinya di depan rumah. Korban masih di depan rumah, belum meninggal, hanya digendong ibu dan adiknya. Namun akhirnya meninggal karena tidak ada pertolongan, kata Siswanto.

Sementara itu, korban lain bernama Toni, warga Morosari, Kecamatan Sukorejo, berhasil diselamatkan. Siswanto langsung membawanya ke Rumah Sakit Bantarangin dengan sepeda motor pribadinya. “Yang satunya masih hidup atas nama Toni. Saya tarik ke depan rumah di halaman, lalu saya larikan ke Rumah Sakit Bantarangin pakai sepeda motor saya,” jelasnya.

Saat ditemukan, kedua korban dalam kondisi mengenaskan dan berlumuran darah. “Semua berlumuran darah, satunya dikerudungi kain,” imbuhnya.

Sumber: detik.com

What’s Your Reaction?

0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *