
Penulis
AKROTIRI, KOMPAS.com – Dampak ketegangan AS-Israel dan Iran meluas setelah sebuah drone menghantam pangkalan militer Inggris, Royal Air Force (RAF) Akrotiri, di wilayah Siprus, Senin (2/3/2026).
Menurut Presiden Nikos Christodoulides, penyerangan menggunakan drone Shahed terjadi pada pukul 00.03 waktu setempat.
“Semua layanan resmi dalam siaga penuh dan kesiapan operasional,” ujarnya, dikutip Reuters.
Drone itu menimbulkan kerusakan minor ketika menabrak fasilitas militer, dan pihak pangkalan berhasil mencegat drone kedua.
Christodoulides menegaskan Siprus tidak terlibat dan tidak berniat ikut serta dalam operasi militer apa pun.
Meski pangkalan Akrotiri merupakan wilayah kedaulatan Inggris, Siprus sebagai anggota Uni Eropa kini memegang presidensi bergilir blok tersebut, sehingga insiden ini mendapat perhatian luas.
Pihak pangkalan juga mengimbau warga di sekitar Akrotiri untuk tetap berada di tempat hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Personel yang tidak bersifat esensial dipindahkan, sementara fasilitas lainnya tetap beroperasi normal.
Pangkalan Akrotiri, yang terletak di semenanjung berbentuk persegi di ujung selatan Siprus, telah digunakan Inggris sejak kemerdekaan Siprus pada 1960 dan kerap menjadi basis operasi militer di Irak, Suriah, dan Yaman.
Insiden ini menandai eskalasi signifikan konflik Israel-Iran yang kini berdampak pada pangkalan militer Barat di Mediterania.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.
