Posted in

Brigade Joxzin Datangi Polres Bantul Sampaikan Surat Terbuka

Brigade Joxzin Datangi Polres Bantul Sampaikan Surat Terbuka

Brigade Joxzin (Jogja Islamic Never Die) sendiri adalah organisasi masyarakat yang beranggotakan anak-anak muda. Ormas ini fokus pada kegiatan sosial dan kemasyarakatan, serta sering mengadakan pengajian dan selawatan.

Novweni menuturkan, Brigade Joxzin didirikan pada tahun 2000-an di kawasan Prawirotaman, Mergangsan, Kota Jogja. Deklarasinya berlangsung di depan Hotel Matahari.

“Awal terbentuknya itu dulu dikomandani Heri Prasetyo atau yang dikenal Sotong dan kumpul berikrar mendirikan Brigade Joxzin. Dahulu sudah ada Joxzin Lawas, dan ini (Brigade Joxzin) rombongan anak mudanya,” kata Novweni saat dihubungi detikJogja, Jumat (27/2/2026).

Meski telah lama berdiri, Brigade Joxzin baru memiliki badan hukum sebagai organisasi massa dalam satu tahun terakhir. Saat ini, tercatat ada ribuan anggota.

“Hingga kini Brigade Joxzin memiliki lebih dari 6.000 orang anggota yang berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulonprogo,” ucapnya.

Bahkan, Brigade Joxzin telah memperluas jangkauannya hingga ke Jawa Tengah.

“Brigade Joxzin juga baru buka Korwil baru di Purworejo,” katanya.

Setiap anggota Brigade Joxzin, lanjut Novweni, mempunyai janji menjaga keamanan di DIY.

“Kami berjanji akan ikut aktif menjaga keamanan dan ketertiban di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.

Brigade Joxzin juga aktif dalam kegiatan keagamaan yang rutin diadakan di setiap Korwil, seperti pengajian dan selawatan. Selain itu, mereka juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti penggalangan donasi.

Terkait citra Brigade Joxzin yang kerap dikaitkan dengan organisasi preman, Novweni menyerahkan penilaiannya kepada publik. Meski demikian, ia menegaskan ormas ini terus berupaya menghilangkan anggapan tersebut melalui aksi nyata di bidang sosial.

“Kita mau mencoba menepis image masyarakat soal itu, karena kita kerap melakukan kegiatan positif seperti pengajian, selawatan, hingga kegiatan sosial seperti donasi ke panti asuhan,” kata dia.

Sumber: detik.com

What’s Your Reaction?

0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *