Posted in

Kondisi Terkini Taman Kota Cawang Usai Diduga Jadi Lokasi Asusila – Suaraglobal.id

SUARAGLOBAL.ID – Taman Kota Cawang di kawasan Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, kembali menjadi sorotan publik usai diduga menjadi lokasi praktik asusila di kalangan pria yang menyedot perhatian publik.

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) serta instansi terkait telah melakukan serangkaian langkah penanganan untuk menindaklanjuti temuan itu.

Insiden mencuat setelah petugas gabungan pada Jumat dini hari menemukan empat pria yang diduga melakukan perbuatan asusila di kawasan taman pada sekitar pukul 01.00 WIB. Pengawas Hutan Kota Sudin Jakarta Timur, Iwan Sulaiman, mengonfirmasi adanya indikasi praktik yang menyimpang di lokasi tersebut.

Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti yang mendukung dugaan perbuatan tidak senonoh tersebut, antara lain alat kontrasepsi bekas, tisu, suplemen penambah gairah seksual, dan botol minuman keras yang berserakan di area taman.

Barang-barang ini para petugas nilai sebagai indikasi adanya kegiatan asusila di taman yang termasuk ruang publik tersebut.

Temuan ini memicu reaksi cepat dari Pemkot Jakarta Timur dan instansi keamanan setempat karena taman kota saat ini seharusnya menjadi ruang publik yang aman bagi semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan keluarga.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemkot Jaktim bersama Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. Langkah pertama yang dilakukan adalah penutupan permanen dua titik akses masuk Taman Kota Cawang yang kerap menjadi jalur masuk tidak resmi oleh pelaku.

Salah satu celah yang dimanfaatkan pelaku berada di dekat kolong Tol Cawang-Grogol, berupa celah kecil antara pagar taman dan trotoar. Celah ini yang memungkinkan individu masuk ke area taman pada malam hari secara tidak sah.

Untuk mengantisipasi hal serupa, celah tersebut telah ditutup dengan cor beton secara permanen, meskipun saat ini masih ditopang sementara oleh triplek.
Upaya lain yang dilakukan adalah pemangkasan pepohonan yang dirasa terlalu rimbun dan pemasangan dua lampu sorot tembak di area taman sebagai langkah antisipatif terhadap aktivitas tidak diinginkan.

Lampu sorot ini dinilai cukup strategis untuk meningkatkan visibilitas kawasan taman pada malam hari sehingga mengurangi peluang masyarakat untuk melakukan aktivitas secara sembunyi-sembunyi.

Selain penataan fisik taman, penguatan pengawasan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Jajaran Satpol PP Jakarta Timur bersama unsur tiga pilar, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dikerahkan untuk meningkatkan patroli malam secara terpadu di area tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *