
Bobby dan Edy Saling Sindir Soal Wali Kota Langsung Lompat ke Menteri

“Program yang baik harus dimulai dengan perencanaan yang baik. Kami mematikan perencanaan provinsi Sumut akan mengikuti pemereintah pusat. Pemerintah pusat sudah merencanakan program-program tematik yang bisa dibawa ke provinsi Sumut. Green energy, Green ekocomy, green economy, blue economy bio industri harus bisa dibawa ke Sumut,” kata Bobby.
Menurutnya pemerintah pusat sudah mencanangkan target waktu menghilangkan kemiskinan esktrem, targetnya 2026. Sumut harus bisa menyampaikan target-target setelah perencanaan baik baru money follow program.
Selain itu soal eksternal, dia akan memaksimalkan anggota DPR RI dan DPD asal Sumut untuk membangun Sumut.
“Saya tahu Anda sampaikan memfasilitas menjumpai DPR RI, DPD. Kenyataan di wali kota saja langsung ke menteri. Tidak ke DPR. Saya tahu karena datang ke DPR RI, di komisi 5, komisi 2. Itu memang tempat saya menanyakan potensi yang ada. Bukan langsung ke menteri. Secara hirearki wali kota harus melalui gubernur,” kata Edy menyindir Bobby.
Bobby kemudian membalas sindiran Edy. Menurutnya selama jadi Gubernur Sumut, Edy pernah minta tolong agar bisa menemui menteri.
“Kalau Pak Edy bilang begitu waktu saya wali kota, mohon maaf saya keterlaluan. Tapi seingat saya, bapak pernah meminta saya untuk membantu bapak bertemu dengan menteri saat saya wali kota. Kenapa bapak juga minta bantuan wali kota? Tapi tidak apa-apa, kita lakukan bersama-sama. Tidak ada kepentingan wali kota dan gubernur. Yang kita pahami sama-sama kepentingan masyarakat Sumut. Di sini ada calon bupati dan wali kota, nanti kita akan bertemu menteri bersama-sama,” pungkas Bobby.
