Posted in

Ada Dugaan Penganiayaan dengan Korban Meninggal di Trenggalek, Pihak RS Hubungi Polisi

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Rekaman video berdurasi 44 detik yang diduga menganiaya seorang perempuan di pinggir jalan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, viral di media sosial.

Peristiwa yang diduga terjadi di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek ini menyita perhatian masyarakat setelah korban dikabarkan meninggal dunia setelah diduga meminum obat penawar ganja, Minggu (1/2/2026).

Video tersebut direkam warga dari dalam rumah secara sembunyi-sembunyi.

Dalam rekaman tampak seorang perempuan dan pria yang diduga pasangan suami istri terlibat pertengkaran di atas sepeda motor yang berhenti di pinggir jalan.

Perempuan dalam video terlihat melempar alas kaki yang mengenai bagian belakang kepala pria.

Pria itu kemudian turun dari sepeda motor dan diduga membalas dengan memukul korban.

Bahkan ketika perempuan sudah tidak berdaya dan terduduk, pria tersebut diduga memukul bagian belakang kepala korban menggunakan balok kayu.

Rekaman itu diunggah akun Facebook @Netizen Trenggalek dan menyebar luas melalui berbagai grup WhatsApp.

Narasi yang beredar menyebut korban mengalami depresi setelah kejadian dan diduga mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum herbisida.

Karena kondisi cukup parah, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD dr. Soedomo Trenggalek dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (01/03/2026).

Humas rumah sakit Sujiono membenarkan adanya pasien perempuan berinisial ED (33), warga Kecamatan Pule, yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (01/02/2026) dalam kondisi rujukan dari Puskesmas Pule.

“Pasien datang menggunakan ambulans Puskesmas dan mendapatkan penanganan medis,” kata Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek Sujiono.

Namun pasien meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB di hari yang sama. Hasil diagnosa menunjukkan adanya cairan keracunan herbisida di tubuh korban, serta adanya riwayat penyakit ginjal.

Keluarga korban meminta jenazah dikembalikan ke Palembang, Sumatera Selatan, jelas Sujiono.

Pihak rumah sakit saat ini masih berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait proses pemulangan jenazah mengingat jarak yang cukup jauh.

Di sisi lain, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap video viral tersebut.

Kasi Humas Polres Trenggalek AKP Katik menyatakan hingga kini belum ada laporan resmi terkait dugaan penganiayaan yang terekam dalam video tersebut.

“Meski belum ada laporan, kami tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah peristiwa penganiayaan benar terjadi, kapan dan di mana kejadiannya, serta siapa pihak yang terlibat,” kata Katik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *