
Kombes Arsal Sahban Diusulkan Raih Hoegeng Awards 2026
Muhammad Maulana Baehaki, warga Lumajang, menuturkan bahwa Kombes Arsal memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat saat menjabat sebagai Kapolres. Menurutnya, Arsal dan jajaran kepolisian menindak berbagai kejahatan melalui Tim Cobra.
“Dulu dia melayani dengan baik masyarakat dan menjalankan tugas berpatroli sebagai tugasnya kepolisian. Patroli tiap hari pakai sepeda motor dan juga pemberantasan sepeda motor bodong, sampai dengan memberikan gaji pokoknya untuk orang yang telah melaporkan atau menangkap maling sapi juga,” kata Maulana kepada detikcom, Rabu (25/2/2026).
Maulana menambahkan bahwa Kombes Arsal terjun langsung memimpin Tim Cobra, yang berpatroli menggunakan motor trail.
Maulana juga menceritakan kejadian pencurian sapi tersebut, Kombes Arsal langsung turun tangan mengejar pelaku dan menangkapnya di langit-langit rumah.
Maraknya kasus perampokan dan pencurian hewan ternak di Lumajang semakin berkurang setelah adanya penindakan yang dilakukan Tim Cobra yang dipimpin Kombes Arsal.
Bahkan, Tim Cobra dikenal hingga wilayah tetangga, dan ada warga Sidoarjo yang meminta bantuan kepada Kombes Arsal karena kehilangan mobil.
Pada tahun 2024, nama Arsal sempat masuk bursa calon Bupati Lumajang. Warga mengusulkan Arsal karena rekam jejaknya saat menjabat sebagai Kapolres.
Ikhlasun Malik Fajar, warga Lumajang yang menjabat sebagai Wakil Sekjen PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), juga mengusulkan Arsal untuk Hoegeng Awards 2026. Ikhlasun menilai Kombes Arsal adalah sosok Kapolres yang dekat dengan warga.
Kombes Arsal dikenal tidak berkompromi dengan premanisme, pencurian, dan begal, serta menolak upaya suap.
Warga Lumajang terkesan dengan kepemimpinan Kombes Arsal saat menjadi Kapolres, sehingga pada tahun 2024 lalu, mereka mengusulkan Arsal untuk menjadi Bupati Lumajang.
Dani Febri, warga Lumajang lainnya, menyaksikan langsung bagaimana Arsal memutus rantai kejahatan melalui Tim Cobra yang turun ke desa-desa untuk menindak motor bodong.
Wilayah Lumajang bagian selatan yang rawan tambang pasir ilegal juga menjadi perhatian Kombes Arsal dan Tim Cobra dalam upaya penumpasan.
Kombes Muhammad Arsal Sahban menjabat Kapolres Lumajang pada November 2018. Usai menjabat, Arsal langsung memetakan permasalahan di Lumajang.
Arsel mengungkapkan, Lumajang dikenal sebagai daerah yang cukup ditakuti di Jatim, terutama karena kasus perampokan.
Dalam pemetaan masalah, Arsel mengunjungi setiap Polsek di Lumajang dan menemukan tiga masalah utama: begal, pencurian hewan ternak, dan tambang pasir ilegal. Masalah-masalah tersebut kemudian menjadi program utama Polres Lumajang, dan Arsal meresponsnya dengan membentuk patroli Tim Cobra.
Tim Cobra yang menggunakan sepeda motor trail melakukan penindakan terhadap maling, menggerebek sepeda motor curian dan menindak penambangan liar. Komisaris Arsal bertindak sebagai komandan tim.
Tujuan utama Tim Cobra adalah respons cepat terhadap laporan masyarakat. Satpol PP juga sempat bergabung dengan tim ini.
Razia Motor Bodong dari Rumah ke Rumah
Salah satu tugas Tim Cobra adalah melakukan razia motor bodong dari rumah ke rumah, karena Lumajang menjadi tempat penjualan motor hasil curian.
Meski sempat mendapat perlawanan, Arsal memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk membantu penegakan hukum.
Daerah pelosok di Lumajang menjadi target pasar penjualan motor hasil curian karena akses ke lokasi yang sulit dijangkau.
Patroli Tim Cobra cukup efektif menekan pembelian motor hasil curian, sehingga para pelaku takut untuk menjual ke lokasi tersebut.
Kembalikan Motor Curian ke Warga Via Facebook
Motor hasil curian yang disita diinformasikan di grup Facebook yang dibuat Arsal, bernama Sahabat MAS. Warga dapat mengakses informasi tersebut dan langsung datang ke Polres untuk mengambil motornya.
Tim Cobra juga merespons kasus pencurian sapi yang marak terjadi di Lumajang, dan operasi ini berhasil menurunkan angka pencurian sapi.
Arsal menyebutkan bahwa setiap patroli, biasanya puluhan motor diturunkan karena beberapa lokasi hanya bisa dilalui menggunakan motor.
Turunkan Angka Kriminalitas
Dengan adanya Tim Cobra, angka kriminalitas di Lumajang pada tahun 2019 mengalami penurunan. Data BPS mencatat 312 kasus pidana pada tahun 2019, turun dibandingkan 526 kasus pada tahun 2018.
Berikut perbandingan angka kriminalitas di Lumajang dari data PBS:
2019 (saat Muhammad Arsal Sahban menjabat): 312 kasus, dengan penyelesaian 88,46%
2022: 1.378 kasus
Sumber: news.detik.com
What’s Your Reaction?
0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow
