
Hari (63), warga RT setempat, menuturkan bahwa yang pertama kali mengetahui keberadaan korban di tepi sungai adalah istrinya yang saat itu sedang menjemur pakaian di rumah.
“Yang pertama kali melihat itu istri saya saat menjemur pakaian. Dari atas rumah, istri saya sudah meneriaki korban agar tidak berada di situ dan diminta segera meninggalkan lokasi karena berbahaya,” ungkap Hari.
Menurut dia, korban terus menuruni tepian sungai yang jalannya cukup licin untuk mengambil layang-layang. Saat hendak menarik benang layang-layang, kaki korban diduga terpeleset dan terjatuh ke Sungai Kasin.
“Tidak lama kemudian, istri saya melihat korban sudah hanyut di sungai. Spontan dia langsung teriak-teriak minta tolong memberitahu warga kalau ada anak hanyut,” jelasnya.
Mendengar teriakan tersebut, Hari langsung berlari menuju lokasi di bagian kedung Sungai Kasin. Di titik itu, ia sempat melihat korban berusaha bertahan di permukaan air.
“Saya langsung lari ke lokasi. Saya sempat melihat korban muncul ke permukaan air sampai tiga kali. Setelah itu korban tenggelam lagi,” tuturnya.
Warga sekitar berusaha membantu dengan menceburkan diri ke sungai. Namun arus deras dan kondisi air keruh membuat proses penyelamatan sulit dilakukan.
Warga lain sempat terjun untuk memberikan pertolongan, namun setelah itu korban sudah tidak terlihat lagi dan belum ditemukan, tambah Hari.
Dari data yang dihimpun, korban bernama MA, usia 6 tahun, berjenis kelamin laki-laki, beralamat di Jl. Arif Margono, Kelurahan Kasin, dan merupakan cucu dari Bapak Subarno.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat. Petugas gabungan dari unsur kepolisian, relawan, dan masyarakat langsung melakukan penyisiran dari titik awal korban diduga jatuh hingga ke bagian hilir sungai.
Secara geografis, lokasi kejadian berada di aliran Kali Kasin yang menjadi batas wilayah administratif. Sisi timur termasuk Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, sedangkan sisi barat merupakan wilayah Kecamatan Sukun.
Petugas mengimbau warga, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di bantaran sungai, terutama saat kondisi arus deras dan permukaan tepi sungai licin.
Hingga Minggu sore, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan.
