
Siswi SMAN 1 Atambua Dibanting Guru Biologi
Diduga, Zivania dijambak dan dibanting oleh guru mata pelajaran Biologi, Vince Aplugi, lantaran tidak mampu menggambar sel saraf saat ujian.
Ayah Zivania, Simon Nai Buti mengungkapkan, anaknya masih dirawat di RSUD Gabriel Manek Atambua sejak kejadian Selasa (24/2/2026). “Anak saya saat ini masih dirawat di RSUD Gabriel Manek Atambua sejak kejadian Selasa (24/2/2026),” kata Simon.
Meskipun dalam keadaan sadar, Zivania mengeluhkan pusing di kepala dan merasa mual. Ia juga telah menjalani CT Scan, namun hasilnya masih belum keluar.
Simon menegaskan bahwa kasus ini akan terus berlanjut. Ia telah melaporkan kejadian ini ke Polres Belu dan sedang menunggu perkembangan penyelidikan setelah kondisi Zivania membaik dan dapat dimintai keterangan.
Kejadian bermula saat ujian Biologi, di mana siswa diminta menggambar sel saraf pada soal nomor 30. Karena tidak ada siswa yang mampu menggambar, Vince Aplugi marah dan memukul kepala Zivania dengan botol air mineral, kemudian memukul seluruh siswa di kelas, kecuali yang sedang berpuasa.
“Guru yang pukul itu bukan guru yang selama ini mengasuh anak saya, tetapi dia hanya guru pengganti karena yang guru yang mengajar biologi selama ini sedang cuti melahirkan. Semua siswa dalam kelas itu kena pukul,” tutur Simon.
Setelah Vince Aplugi meninggalkan ruangan, Zivania membuang botol tersebut karena airnya berbusa. Mendengar suara tersebut, Vince kembali dan menanyakan siapa yang membuang botol itu. Zivania mengakuinya, yang kemudian berujung pada penjambakan, pembantingan di meja, dan penamparan hingga pingsan.
“Jadi saat itu dia (Vince Aplugi) langsung jalan keluar, tetapi ada teman anak saya yang berteriak bilang ibu Vania pingsan. Namun, dia menjawab bahwa bukan urusannya. Nah, anak saya itu ditinggalkan begitu saja dengan teman-temannya,” terang Simon.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak sekolah, dan wali kelas Zivania menghubungi orang tuanya karena Zivania mengalami sesak napas dan kejang-kejang.
Kasatreskrim Polsek Belu AKP Rachmat Hidayat menyatakan, pemeriksaan saksi baru akan dilakukan setelah korban sudah pulih. Rachmat juga menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 12.00 Wita, dimana Vince Aplugi menganiayanya dengan botol air mineral, menjambak rambutnya, dan membanting korban ke kursi hingga pingsan.
“Terlapor menganiaya korban dengan menggunakan botol yang berisikan air mineral serta menarik rambut dan membanting korban di kursi hingga pingsan dan merasa sakit di bagian kepala dan merasa pusing,” ujar Rachmat.
Sumber: detik.com
What’s Your Reaction?
0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow
