
KOMPAS.com – Maskapai penerbangan membatalkan ratusan penerbangan ke dan dari Timur Tengah. Puluhan penerbangan lain terpaksa berbalik arah atau dialihkan di tengah perjalanan.
Data perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat lebih dari 1.800 penerbangan ke dan dari negara Timur Tengah dibatalkan pada Sabtu (30/2/2026) waktu setempat. Sekitar 1.400 penerbangan tambahan dibatalkan untuk jadwal Minggu.
Qatar Airways untuk sementara menghentikan semua penerbangan. Emirates yang berbasis di Dubai mengumumkan penangguhan layanan di Bandara Internasional Dubai, salah satu bandara tersibuk di dunia.
“Kami meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan ini dan membantu mereka dengan penjadwalan ulang, pengembalian dana, atau pengaturan perjalanan alternatif,” kata Emirates dalam pernyataannya.
“Keselamatan dan keamanan penumpang serta kru tetap menjadi prioritas utama kami,” lanjut pernyataan itu.
Flightradar24 melaporkan wilayah udara ditutup di atas Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Air India menghentikan seluruh penerbangan ke Timur Tengah pada Sabtu.
Maskapai tersebut juga membatalkan penerbangan antara India dan Eropa serta Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Minggu. Dampak penutupan wilayah udara menjalar ke rute transit internasional.
Etihad Airways yang berbasis di Abu Dhabi membatalkan semua keberangkatan ke dan dari bandara hingga Minggu sore. Grup Lufthansa telah menangguhkan penerbangan ke Israel, Lebanon, Yordania, Irak, dan Teheran hingga 7 Maret. Sejumlah rute dialihkan untuk menghindari wilayah udara yang terkena dampak.
Penerbangan American Airlines dari Philadelphia menuju Doha berbalik arah di dekat wilayah Spanyol dan kembali ke Philadelphia. Sejumlah penerbangan Emirates dari Amerika Serikat tujuan Dubai dialihkan ke berbagai bandara di Eropa.
Maskapai ini juga meminta awak kabin di Doha untuk tetap berada di hotel demi alasan keamanan. United Airlines membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 6 Maret dan ke Dubai hingga 4 Maret.
Delta Air Lines membatalkan layanan ke Tel Aviv setidaknya hingga Minggu. Maskapai penerbangan kerap menyesuaikan atau membatalkan penerbangan yang melintasi Timur Tengah karena pertimbangan keamanan.
Penutupan wilayah udara memaksa maskapai menempuh rute lebih panjang ke sejumlah destinasi. Konsumsi bahan bakar meningkat. Biaya operasional ikut terdorong naik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.
