
Rumah dan Warung Warga Koto Tangah Padang Hangus Terbakar saat Sahur
Dua bangunan berupa rumah dan warung di Lubuk Buaya, Padang, hangus terbakar saat waktu sahur pada Senin dini hari.
Tim Damkar Padang menurunkan 60 personel dan 5 armada untuk memadamkan api selama sekitar 40 menit hingga berhasil dikendalikan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp400 juta sementara penyebab kebakaran masih diselidiki polisi.
“Kami mendapat laporan adanya kebakaran sekitar pukul 04.43 WIB pagi tadi dan tim langsung diturunkan ke lokasi untuk memadamkannya,” kata Kepala Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Rinaldi saat dihubungi IDN Times.
Rumah dan warung milik seorang pedagang bernama Hendra tersebut diketahui mengalami kerusakan berat saat si jago merah melahap seluruh bangunan.
1. Lakukan pemadaman
Rinaldi mengatakan, ia menurunkan personelnya untuk menuju lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman api yang sudah membara lantaran lokasi yang cukup jauh dan beberapa kendala lainnya.
“Sesampainya di lokasi, tim langsung memadamkan api dan membagi pasukan di beberapa titik serta berupaya mencegah api menjalar ke bangunan lain di lokasi,” ujarnya.
Menurutnya, api berhasil dipadamkan setelah tim Damkar Padang berjibaku kurang lebih selama 40 menit untuk menaklukkan si jago merah yang sudah meluluhlantakkan rumah tersebut.
“Setelah api padam, tim melanjutkan dengan melakukan pendinginan sekitar kurang lebih 30 menit agar bara api yang kemungkinan masih nyala bisa mati semuanya,” katanya.
2. Kerugian capai ratusan juta
Rinaldi mengatakan beruntung kebakaran tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, baik yang mengalami luka ringan maupun luka berat. Karena saat kebakaran terjadi, pemilik rumah memang sudah terbangun.
Kerugian materi diperkirakan Rp400 juta. Namun dengan banyaknya bangunan di lokasi, total kerugian diperkirakan sekitar Rp700 juta, ujarnya.
Ia mengatakan, untuk penyebab kebakaran sendiri pihaknya belum bisa menyampaikan ke publik, lantaran pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan soal itu.
3. Jalan sempit jadi kendala
Rinaldi mengatakan, usai mendapatkan laporan, timnya langsung menuju lokasi. Tetapi jarak yang cukup jauh dan jalan sempit menuju lokasi tim Damkar Padang tidak memungkinkan tim Damkar Padang sampai di lokasi lebih cepat.
“Untuk pemadaman, kita terkendala dengan lokasi yang merupakan permukiman padat penduduk serta jalan yang sempit menuju lokasi tersebut,” katanya.
Menurutnya, untuk melakukan pemadaman tersebut, ia menurunkan sebanyak 60 orang personel dengan armada pemadam sebanyak 5 unit yang langsung melakukan pemadaman saat sampai di lokasi.
