Posted in

Polda Sulsel Gelar Sidang Etik Kasus Penganiayaan Bripda Dirja

Polda Sulsel Gelar Sidang Etik Kasus Penganiayaan Bripda Dirja

Sidang KKEP berlangsung di lantai IV Mapolda Sulsel, Kota Makassar, Senin (2/3/2026). Selain Bripda Pirman, 14 personel polisi lainnya juga dihadirkan sebagai saksi.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, menjelaskan bahwa agenda sidang meliputi pemeriksaan terhadap Bripda Pirman sebagai terduga pelanggar serta pemeriksaan terhadap 14 saksi.

Menurut Didik, tujuan sidang kode etik ini adalah untuk menggali peran dari terduga pelanggar serta mendalami keterangan yang diberikan oleh para saksi.

Tentu kalau persidangannya terkait penganiayaan, apa perannya masing-masing di sana, lalu apa yang dilihat para saksi saat kejadian dan di mana mereka berada, itu biasanya yang didalami, jelas Didik.

Sebagai informasi, Bripda Dirja, yang baru bertugas selama setahun, tewas dianiaya di Asrama Polda Sulsel, Kota Makassar, pada Minggu (22/2) sekitar pukul 06.30 Wita. Bripda Dirja diduga dianiaya karena dianggap tidak loyal terhadap seniornya.

Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan bahwa Bripda Pirman awalnya memanggil korban pada Sabtu (21/2) malam, namun Bripda Dirja tidak memenuhi panggilan tersebut.

Bripda Pirman kemudian marah karena Bripda Dirja tidak datang. Akibatnya, Bripda Pirman menjemput korban keesokan harinya.

Irjen Djuhandhani mengungkapkan bahwa motif penganiayaan adalah karena korban, Bripda Dirja Pratama, dianggap tidak hormat atau loyal terhadap seniornya, Bripda Pirman, karena tidak mengindahkan panggilan berkali-kali.

Bripda Dirja kemudian dianiaya oleh Bripda Pirman dan meninggal dunia akibat pukulan bertubi-tubi.

“Perbuatan yang dilakukan pelaku, yaitu secara sendiri memukul berkali-kali sambil mencekik korban dan ini sudah bisa dibuktikan dengan hasil visum yang dikeluarkan oleh Biddokkes,” tambah Djuhandhani.

Korban diduga tidak menanggapi panggilan pelaku karena berada di luar barak.

“Dia memang malam itu tidak tidur di tempat yang biasanya di barak. Ternyata dia tidur di luar, sendiri, beserta rekan-rekan lainnya,” jelas Djuhandhani.

Sumber Referensi: detik.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *