Posted in

Petugas Pemilah Sampah di Solo Tewas di Mesin PLTSa

Petugas Pemilah Sampah di Solo Tewas di Mesin PLTSa

Herwin mengaku belum mengetahui secara pasti kronologis kejadian. Mesin yang digunakan korban adalah mesin pemilahan sampah. “(Kronologis?) Makanya saya mau tanya teman-teman di Putri Cempo yang tahu kejadiannya karena ini kan di area SCMPP, jadi mungkin apakah sudah koordinasi apa belum. (Mesin yang digunakan?) Mesin proses awal memilah sampah, pemilahan proses produksinya,” terangnya.

DLH Kota Solo akan melakukan pengecekan ulang terhadap proses dan kegiatan pekerja di TPA Putri Cempo. “Iya, kita lakukan re-check lagi ya proses apa kegiatan-kegiatan dalam rangka keselamatan kerja pegawai di baik di Putri Cempo maupun di SCMPP coba kita lihat lagi ya, kita re-check lagi,” pungkasnya.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (2/3) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB. Tim Basarnas, BPBD dan Pemadam Kebakaran melakukan evakuasi dan berhasil mengeluarkan korban sekitar pukul 10.24 WIB.

Nur (35), salah seorang pemulung di TPA Putri Cempo, mengaku mendengar teriakan sesama korban. Tadi saya dengar teriakan teman, tapi korban sudah terlanjur masuk ke dalam mesin, ujarnya kepada awak media, Senin (2/3).

Nur menjelaskan bahwa mesin tersebut berfungsi untuk memilah sampah, namun tidak mengetahui detail kronologi kejadian. “Itu mesin pemilih sampah,” ucapnya.

Setelah kejadian, rekan-rekan korban segera mematikan mesin. Sayangnya, E tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. “Setelah itu langsung dimatikan mesinnya,” jelasnya.

Sumber Referensi: detik.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *