
PONOROGO || Portaljatengnews.com – Minggu sore (1/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB, suasana tenang di Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, tiba-tiba pecah karena suara ledakan yang terdengar hingga ratusan meter. Peristiwa memilukan ini memakan korban jiwa, satu orang remaja berinisial R (16) meninggal dunia, sedangkan dua orang lainnya mengalami luka berat.
Korban luka, yakni AF (20) warga Morosari, Kecamatan Sukorejo, dan HA (23), warga Plosojenar, telah dilarikan ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk mendapat perawatan intensif. AF bahkan mengalami luka bakar hingga 80 persen di sekujur tubuhnya, sedangkan HA luka sekitar 12 persen.
Siswanto, Kamituwo Dusun Pendem, Desa Carat, yang berada di luar wilayah kejadian, langsung bergegas ke lokasi setelah mendengar suara keras tersebut.
“Saya langsung pergi untuk memastikan situasi dan membantu sesama,” katanya.
Saat tiba di lokasi, Siswanto menemukan dua korban masih dalam kondisi hidup. R, yang saat itu didekap oleh ibu dan kakaknya di depan rumah, masih bernapas namun kondisinya sudah sangat kritis dan tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, ia segera memboyong AF dengan sepeda motor pribadinya ke Rumah Sakit Bantarangin karena kondisi luka yang memprihatinkan.
“Dugaan sementara, ledakan berasal dari bahan peledak yang tengah dirakit untuk membuat mercon atau balon udara,” ungkap Siswanto yang menyaksikan kondisi korban mengenaskan.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, membenarkan kasus tersebut. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa plastik diduga sebagai bahan pembuat balon udara tanpa awak, rangka bambu, dan selongsong mercon.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuat petasan atau balon udara tanpa awak karena sangat berbahaya bagi diri sendiri dan orang disekitarnya,” tegasnya.
Laporan: Wawan
Editor : Heri
