
Pasutri di Semarang Curi Motor dan Gas LPG, Terekam CCTV
Kejadian ini menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @kejadiansmg. Dalam unggahan tersebut, terlihat rekaman CCTV yang memperlihatkan pasutri bersama seorang anak membawa sepeda motor dan tabung gas.
Desi (32), pemilik laundry tempat pelaku bekerja, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (28/2). Siti dan Riyan, nama pasutri tersebut, bekerja sebagai buruh harian lepas di laundry miliknya.
Menurut Desi, biasanya mereka mulai bekerja pada pukul 13.00 WIB, namun di hari kejadian hingga pukul 15.00 WIB keduanya belum juga datang. Desi mencoba menghubungi melalui WhatsApp, namun tidak ada tanggapan. Belakangan diketahui bahwa mereka telah melarikan diri.
Desi menambahkan, pasangan tersebut tinggal di kos-kosan dekat rumah mereka bersama seorang putri berusia sekitar 4 tahun. Modus pencurian pertama dilakukan Siti dengan meminjam sepeda motor milik Esty, warga kos, dengan dalih mengantarkan laundry.
“Dia bilang mau pinjam motor sebentar buat antar laundry. Padahal saya nggak pernah menyuruh mengantar laundry,” ujar Desi.
Motor Honda Beat berwarna merah milik Esti kemudian dibawa kabur. Tak lama kemudian, Riyan, suami Siti, juga diduga membawa kabur motor Honda Vario oranye milik Pur, penghuni kos lainnya.
“Waktu pinjam motor Mbak Esti orang-orang pada bingung, sadarnya gara-gara Pak Pur yang punya motor satunya keluar kamar bilang ‘kok motorku hilang?’. Ternyata kamar si pasutri sudah kosong,” jelasnya.
Saat kejadian, Pur baru saja pulang ke rumah dan sedang salat. Motor tersebut diparkir dengan kunci masih di tempatnya dan dompet serta STNK ada di jok.
Selain dua motor, tabung gas milik pemilik kos juga hilang dan diduga dibawa oleh pelaku.
“Kayaknya mereka antara sudah direncanakan atau lagi cari kesempatan. Soalnya itu kok benar-benar kompak banget, mungkin sudah mengincar dari awal. Soalnya kalau di tempatku juga pinjam motor, tapi kupinjami motor lama yang sudah jelek, umur 16 tahun,” kata Desi.
Desi mengungkapkan bahwa pasutri tersebut baru bekerja di tempatnya sejak 8 Januari 2026. Mereka mengaku baru tiga hari tiba di Semarang dan sebelumnya berjualan gorengan namun tidak laku.
Selama bekerja, keduanya berstatus pekerja harian lepas dengan upah Rp50 ribu untuk kerja 4-5 jam, dan Rp70 ribu untuk kerja lebih dari 5 jam.
Desi juga mengaku sempat kehilangan pakaian di tempat usahanya sebelum memasang CCTV. Setelah mengetahui adanya kamera pengawas, pelaku menunjukkan gelagat aneh.
Saat ini, keberadaan pasutri tersebut belum diketahui. Desi telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian pada Sabtu sore.
“Langsung sore sudah dilaporkan. Tapi diharapkan bisa di-share (bagikan) wajah pelaku. Supaya memperkecil ruang lingkup. Soalnya mereka nggak pakai helm, kemungkinan nggak jauh,” jelasnya.
Sumber: detik.com


What’s Your Reaction?
- 0
Like - 0
Dislike - 0
Funny - 0
Angry - 0
Sad - 0
Wow
