
Pamit Berfoto dengan Kuda, Wisatawan Rusia Terseret Ombak di Parangtritis
Berdasarkan informasi petugas, rombongan tersebut telah berkeliling Indonesia selama sekitar satu bulan, dan kunjungan ke Pantai Parangtritis menjadi agenda terakhir sebelum mereka dijadwalkan kembali ke negara asal pada hari yang sama ketika insiden terjadi.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, Arief Nugraha, menjelaskan kronologi bermula ketika rombongan tiba di kawasan pantai sejak malam hari, kemudian mulai beraktivitas sekitar pukul 09.30 WIB.
Korban diketahui tidak berada di titik yang sama dengan rekan-rekannya saat bermain di kawasan pantai. Sebelum kejadian, Papenina sempat berpamitan kepada teman-temannya karena hendak berfoto dengan kuda yang disewakan di sepanjang pesisir Pantai Parangtritis.
Sepuluh menit setelah itu, keadaan berubah ketika salah satu saksi melihat jasad korban terapung di air dan tidak bergerak, jelasnya.
Dibantu petugas Satgas Linmas Jogo Segoro dan personel Satlinmas Rescue Istimewa, rekan-rekan korban berusaha menolong dengan berenang menembus arus laut yang saat itu dilaporkan cukup kuat. Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, korban sempat mendapatkan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) di Pos SAR Parangtritis sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
Korban mendapat bantuan resusitasi jantung paru (RJP) dari temannya sebelum akhirnya dibawa ambulans ke rumah sakit, jelas Arief.
Namun, setelah dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk penanganan medis lanjutan, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia.
Pasca-kejadian kecelakaan laut di Pantai Parangtritis, Bantul tersebut, pihak kepolisian bersama tim SAR berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda DIY, Polsek Kretek, serta instansi imigrasi terkait dengan proses pemulangan jenazah ke negara asal.
Arief mengingatkan wisatawan agar selalu mematuhi rambu larangan berenang serta arahan petugas karena karakter perairan Pantai Parangtritis memiliki palung dan arus balik berbahaya. Kondisi tersebut kerap menjadi penyebab kecelakaan laut di Pantai Parangtritis, sehingga kewaspadaan pengunjung menjadi faktor utama keselamatan saat berwisata di kawasan pesisir selatan. (Tio)
