
Penulis
MUSCAT, KOMPAS.com – Serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara-negara Teluk terus meluas pada Minggu (1/3/2026).
Kantor Berita Oman yang dikutip AFP melaporkan, sumber keamanan menyebut pelabuhan komersial Duqm menjadi target dua drone.
“Sumber keamanan melaporkan bahwa pelabuhan komersial Duqm menjadi sasaran dua drone,” tulis Kantor Berita Oman dalam postingan di media sosial.
“Satu drone menghantam akomodasi pekerja bergerak, melukai seorang pekerja asing, sedangkan puing-puing dari drone lainnya mendarat di dekat tangki bahan bakar, tidak menyebabkan korban jiwa atau kerusakan material,” lanjut laporan tersebut.
Belum lama ini, Oman kembali mengabarkan adanya serangan kapal tanker minyak di lepas pantai. Awak kapal telah dievakuasi dan empat orang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.
Dua warga sipil tewas di Abu Dhabi pada Sabtu (28/2/2026) ketika Iran menargetkan pangkalan militer sekaligus infrastruktur sipil di kawasan tersebut.
Ledakan juga terdengar di sejumlah kota negara Teluk pada Minggu pagi.
Koresponden AFP melaporkan dentuman di Dubai, Doha, dan Manama, kemudian ledakan kembali terdengar di Riyadh.
Serangan beruntun ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan yang selama ini dipandang relatif aman di tengah gejolak Timur Tengah.
“Ini mengisolasi Iran pada saat yang kritis. Perang Anda bukan dengan tetangga Anda,” kata Gargash.
