
Korban tewas pada kejadian Minggu (16/3) pukul 17.15 itu adalah seorang remaja berusia 16 tahun. Sementara satu remaja lainnya mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit.
Suara ledakannya sangat keras, terdengar hingga ratusan meter. Rumah saya sendiri berjarak 500 meter dari lokasi. Saya langsung menuju lokasi begitu mendengar ledakan, kata Kamituwo Pendem Dusun, Desa Carat, Siswanto.
Siswanto mengaku tetap datang ke lokasi meski dusun tersebut bukanlah wilayahnya. Begitu tiba di lokasi, Siswanto langsung tergerak mencari apakah ada korban atau tidak.
“Saya mencari korban begitu sampai di lokasi. Saat saya sampai, mereka masih hidup,” kata Siswanto.
Korban tewas adalah Rifai, 16. Saat ditemukan, Rifai masih hidup. Ia didekap ibu dan kakaknya di depan rumah. Namun nyawanya tak tertolong kemudian.
“Saat itu korban masih di depan rumah, belum meninggal, dia didekap ibu dan kakaknya. Tapi akhirnya meninggal karena tak ada pertolongan,” kata Siswanto.
Korban lain adalah Toni, warga Morosari, Sukorejo. Meski mengalami luka cukup parah, Toni masih bisa diselamatkan.Ia segera dibawa ke rumah sakit.
“Dua-duanya berlumuran darah,” jelasnya.
Ledakannya sendiri diduga berasal dari bahan peledak yang dirangkai kedua korban untuk dijadikan petasan atau balon udara.
“Kemungkinan mereka merakit mercon atau balon udara. Ledakannya cuma satu kali, tapi ledakannya luar biasa,” pungkasnya. (*)
