
Suasana menjadi perhatian ketika tampilan kamera Zoom dari perwakilan Pemkot Medan terlihat gelap saat Bobby Nasution hendak memberikan sambutan. Padahal, perwakilan dari tujuh kota lainnya di Sumatera Utara terpantau hadir secara daring dengan kualitas visual yang memadai. Kondisi layar yang tidak aktif tersebut memicu reaksi spontan dari orang nomor satu di Sumatera Utara itu di hadapan para undangan.
Acara peresmian akses internet untuk delapan wilayah ini digelar secara hibrida dengan titik utama di halaman Masjid Agung Al-Abror, Kota Padangsidimpuan. Bobby awalnya menyapa Wali Kota Gunungsitoli serta Wali Kota Tanjungbalai yang telah terhubung melalui layar monitor besar. Namun, perhatiannya teralihkan saat menyadari bahwa koordinasi visual dengan pihak Kota Medan mengalami gangguan teknis yang cukup mencolok. “Wali Kota Medan hadir ya? Gelap ini layarnya,” ujar Bobby Nasution saat mempertanyakan kehadiran delegasi dari ibu kota provinsi tersebut. Ia kemudian melanjutkan sindirannya dengan menyinggung kontribusi Pemprov Sumut dalam penyediaan internet di Taman Cadika dan Kebun Bunga. Bobby bahkan menawarkan bantuan jika memang Pemkot Medan tidak mampu menyediakan perangkat kamera yang layak untuk keperluan koordinasi.
Pemberian akses internet gratis merupakan bagian dari Program Cepat Hasil Terbaik (PHTC) yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Bobby juga memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut untuk memastikan kualitas jaringan tetap stabil pasca acara peluncuran. Ia tidak ingin fasilitas yang telah dibangun mengalami penurunan kecepatan atau lambat setelah upacara berakhir.
