Posted in

Kronologi Singkat Kasus Raya Sukabumi dan Penjelasan Dokter Mengapa Raya Bisa Meninggal – Tribunjabar.id



Kronologi Singkat Kasus Raya Sukabumi dan Penjelasan Dokter Mengapa Raya Bisa Meninggal

Ketua Tim Penanganan RSUD R Syamsudin SH, Dokter Irfan Nugraha mengatakan, penyakit infeksi cacing pada anak-anak memang sering ditemukan.

Penulis:

Kisah Raya yang viral di media sosial setelah diunggah oleh yayasan kemanusiaan bukan sekadar tragedi personal.

Ia menjadi representasi dari ribuan anak yang hidup dalam kondisi tak layak di pelosok negeri.

Foto tubuh kecil yang tak sadar, dengan alat bantu pernapasan, menjadi potret bisu ketidakadilan yang terlalu sering kita lihat tapi jarang benar-benar kita tanggapi.

Kini Raya telah pergi, namun kisahnya seharusnya menjadi momentum untuk introspeksi dan perubahan dari pembuat kebijakan, penyedia layanan, hingga masyarakat umum.

Kasus Raya ini adalah kasus meninggalnya seorang balita bernama Raya (4 tahun) di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ia meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing, bahkan hingga ke organ vital seperti otak.

Saat dirawat di ICU RSUD R Syamsudin SH Sukabumi, cacing-cacing itu bahkan sampai keluar lewat mulut dan hidung.

Berikut adalah kronologi singkat kasus tersebut:

Kondisi Raya: Raya diketahui hidup dalam lingkungan yang tidak layak bersama kedua orang tuanya yang diduga mengidap gangguan jiwa (ODGJ).

Rumahnya yang berbentuk panggung dan bagian bawahnya berupa kandang ayam, diduga menjadi sumber penularan cacing.

Ditemukan Relawan: Raya ditemukan dalam kondisi kritis oleh tim relawan pada 13 Juli 2025 dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

Hasil CT scan menunjukkan cacing telah menyebar ke otak.

Kematian: Setelah dirawat selama 9 hari, Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025.






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *