
Korban Selamat Ungkap Detik-Detik Ledakan Petasan Ponorogo
HN mengaku baru tiba di lokasi kejadian untuk mengembalikan sepeda motor temannya. Tak disangka, ledakan mendadak terjadi tak lama setelah ia menyimpan kunci motornya.
“Kan yang ngrakit 2 orang, adik teman saya sama temannya. Terus kan saya baru datang mau mengembalikan motor, ya itu ngrakit di depan pintu. Saya di depan, di halaman, mau mengembalikan kuncinya (motor). Terus adiknya itu kan masih ngerakit, lagi kuncinya saya taruh langsung meledak,” ujar HN kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Ia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab ledakan. HN juga menyatakan bahwa ia tidak melihat adanya aktivitas merokok di lokasi pada saat itu.
“Gak lihat saya soal merokok. Soalnya saya kasih kunci, saya nunduk gitu, terus saya sempat terlempar,” tuturnya.
Menurut HN, posisinya tidak terlalu jauh dari pusat ledakan. Namun, kedua orang yang sedang merakit bahan petasan justru terpental lebih jauh akibat kuatnya ledakan tersebut.
“Kalau saya nggak jauh (terlemparnya). Yang jauh yang ngerakit. Langsung terlempar semua,” katanya.
Setelah ledakan, HN segera berlari ke jalan untuk menyelamatkan diri. Ia menyebutkan bahwa saat itu ada tiga orang yang masih dalam keadaan sadar.
“Saya langsung keluar ke jalan. Yang sadar ada tiga orang, yang di dalam rumah selamat semua. Yang di dalam keluar semua, saya dibonceng bertiga dibawa ke klinik,” ungkapnya.
Dari tiga orang yang ada di sekitar lokasi, hanya dia yang masih sadar penuh. Satu korban dilaporkan terjatuh cukup jauh, sedangkan satu lagi meninggal di lokasi kejadian.
“Yang sadar cuma saya, salah satunya sempat terbang (terpental) jauh, satunya lagi mati di tempat,” ucapnya pelan.
HN mengaku mengalami luka di bagian leher ke atas serta tangan akibat panas ledakan. Untungnya, bagian tubuh lainnya tidak mengalami luka serius.
“Bukan untuk badan. Kalau leher sampai ke tangan, panas saja,” ucapnya.
Ia juga baru mengetahui adanya aktivitas perakitan bahan petasan tersebut pada bulan puasa ini. Sebelumnya, ia tidak mengetahui adanya kegiatan serupa.
“Saya baru tahunya bulan puasa ini, sebelumnya nggak tahu,” jelasnya.
HN menambahkan, warga sekitar sebelumnya pernah menerbangkan balon udara pada pagi hari dan sudah mendapat peringatan.
“Kalau warga dulu sempat pagi-pagi menerbangkan balon, sempat ditegur,” pungkasnya.
Sumber Referensi: detik.com
