Posted in

Israel Gempur Beirut Selatan, Hezbollah Balas Serangan ke Fasilitas Militer Israel

Israel Gempur Beirut Selatan, Hezbollah Balas Serangan ke Fasilitas Militer Israel

Ledakan besar mengguncang kawasan selatan Beirut, khususnya di wilayah Dahiyeh. Lebih dari selusin ledakan terdengar sejak sekitar pukul 02.40 dini hari waktu setempat. Warga dilaporkan panik dan melarikan diri dengan berjalan kaki maupun kendaraan, menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Militer Israel menyatakan telah memulai serangan terhadap target-target Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon, termasuk terhadap anggota senior kelompok tersebut di sekitar Beirut. Sumber keamanan Lebanon menyebut serangan udara juga menghantam beberapa titik lain di pinggiran selatan ibu kota.

Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, mengatakan Hizbullah bertanggung jawab atas eskalasi yang terjadi. “Hizbullah membuka kampanye melawan Israel semalam dan sepenuhnya bertanggung jawab atas setiap peningkatan konflik,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di puluhan desa di wilayah selatan dan timur Lebanon.

Hingga kini, Kementerian Kesehatan Lebanon belum merilis jumlah korban akibat serangan tersebut.

Di sisi lain, Israel menyebut sejumlah proyektil yang ditembakkan dari Lebanon jatuh di area terbuka dan salah satunya berhasil dicegat oleh angkatan udara Israel. “Tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

Hizbullah Klaim Serangan Balasan

Kelompok Hezbollah menyatakan pihaknya menargetkan fasilitas pertahanan rudal militer Israel di selatan kota Haifa. Serangan itu disebut sebagai balasan atas “darah suci” Khamenei serta respons atas serangan berulang Israel.

Ini merupakan serangan pertama Hizbullah sejak perang terbuka antara Israel dan kelompok tersebut pada tahun 2024. Pada konflik sebelumnya, pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, tewas dalam serangan Israel.

Hizbullah menekankan bahwa mereka mempunyai hak untuk mempertahankan diri dan akan menanggapi serangan apa pun pada waktu dan tempat yang dianggap tepat.

Konflik Meluas di Timur Tengah

Eskalasi terbaru ini memperluas konflik di kawasan Timur Tengah, yang memanas setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada akhir pekan lalu. Hizbullah sendiri merupakan kelompok Syiah yang didirikan pada 1982 oleh Garda Revolusi Iran dan menjadi salah satu sekutu utama Teheran di kawasan.

Sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada 2024 antara Israel dan Lebanon, Israel tetap melakukan serangan berkala terhadap target yang diklaim sebagai posisi Hizbullah. Israel menuduh kelompok itu berupaya kembali memperkuat persenjataan.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengkritik penembakan proyektil dari wilayah Lebanon selatan. Ia menyebut tindakan tersebut tidak bertanggung jawab dan berpotensi membahayakan keamanan Lebanon.

Sementara itu, pihak kepresidenan Lebanon menyatakan sebelumnya telah menerima pesan dari Duta Besar Amerika Serikat bahwa Israel tidak akan meningkatkan serangan selama tidak ada tindakan permusuhan dari pihak Lebanon.

Situasi keamanan di perbatasan Israel-Lebanon kini kembali memanas dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Sumber: Telegraph India

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *