Posted in

Israel-AS Serang Iran, 15 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Dibatalkan Bikin 3.197 Penumpang Terdampak

JAKARTA, KOMPAS.com – Eskalasi konflik Iran–Israel yang berdampak pada penutupan sejumlah ruang udara di Timur Tengah turut memengaruhi operasional penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Hingga Senin (2/3/2026) pukul 13.00 WITA, tercatat 15 penerbangan internasional dibatalkan, terdiri dari 8 keberangkatan dan 7 kedatangan.

Kepala Divisi Komunikasi dan Hukum PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi mengatakan pembatalan itu terjadi sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Penerbangan yang terdampak antara lain rute Denpasar menuju Dubai, Abu Dhabi, dan Doha yang dioperasikan maskapai Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways, serta rute kedatangan dari kota-kota tersebut ke Denpasar.

Rinciannya, Untuk keberangkatan, pembatalan terjadi pada rute Denpasar–Dubai yang dioperasikan Emirates dengan nomor penerbangan EK369 dan EK399 pada 28 Februari, 1 Maret, dan 2 Maret.

Selain itu, Etihad Airways membatalkan penerbangan EY477 rute Denpasar – Abu Dhabi pada 28 Februari dan 1 Maret.

Qatar Airways juga menghentikan dua jadwal penerbangan rute Denpasar–Doha, yakni QR963 pada 28 Februari dan QR961 pada 1 Maret.

Sementara itu, pada jadwal kedatangan, pembatalan mencakup penerbangan Etihad EY476 rute Abu Dhabi–Denpasar pada 1 Maret.

Emirates turut membatalkan penerbangan EK368 dan EK398 dari Dubai ke Denpasar pada 1 dan 2 Maret.

Adapun Qatar Airways membatalkan penerbangan QR960 dan QR961 dari Doha menuju Denpasar yang dijadwalkan tiba pada 1 dan 2 Maret.

Meski demikian, pihak bandara memastikan operasional secara umum tetap berjalan normal.

“Operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal,” katanya.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus memantau perkembangan situasi ruang udara di Timur Tengah dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Koordinasi dilakukan bersama maskapai untuk pembaruan jadwal dan penanganan penumpang, dengan AirNav Indonesia untuk pemantauan ruang udara, serta dengan aparat keamanan guna mengantisipasi kondisi di bandara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *