
Iran Klaim Tembak Jatuh 22 Drone AS-Israel pada 2 Maret 2026
Otoritas Iran, seperti dilansir Aljazeera, menegaskan bahwa tindakan ini adalah “momen perlawanan skala penuh” dan berjanji akan membalas dengan kekuatan penuh.
Iran menyatakan belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya, termasuk sistem rudal canggih tertentu. Mereka memperingatkan AS dan Israel akan menanggung akibatnya atas serangan yang dilakukan.
Para pemimpin Iran menggambarkan konflik tersebut sebagai “perang eksistensial” di mana tidak ada ruang untuk mundur, berkompromi, atau menyerah sampai Iran membuktikan kemampuannya untuk mempertahankan diri dan mempertahankan martabat serta kemerdekaannya.
Garda Revolusi Iran sebelumnya mengklaim telah menyerang kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, di Teluk dengan empat rudal balistik. Serangan ini dilakukan setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan AS dan Israel.
“Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,” kata Garda Revolusi Iran dalam pernyataan yang dikutip media lokal.
Garda Revolusi Iran juga mengeluarkan peringatan bahwa wilayah daratan dan laut akan menjadi “kuburan” bagi musuh mereka.
USS Abraham Lincoln telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi langsung dari militer AS mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat serangan tersebut.
Sebagai informasi, AS dan Israel melancarkan serangan bernama “Epic Fury” ke Iran pada Sabtu, 28 Februari, yang mengakibatkan kematian sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga Iran lainnya.
Iran kemudian melancarkan serangan balik pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Selain itu, pada Sabtu (28/2), Iran juga melakukan serangan ke Riyadh dan provinsi Saudi Timur.
Sumber: berita.detik.com
What’s Your Reaction?
0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow
