
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, penyanyi berusia 57 tahun itu pun menceritakan terkait kronologi kejadian saat itu. Ia mengaku serangan vertigo datang secara mendadak, sekitar tiga jam sebelum jadwal penampilannya.
“Dalam waktu 3 jam sebelum penampilan, saya tiba-tiba terserang vertigo yang sangat dahsyat,” ungkap Hedi Yunus di Instagram pada Rabu, 11 Februari 2026.
Pelantun hits “Cantik” itu mengaku kaget karena kondisi tersebut muncul secara tiba-tiba saat dirinya sedang berbincang. Ia merasakan sensasi berputar hebat yang disertai kepanikan.
“Jadi saya kaget, ada serangan panik juga karena saya bicara tiba-tiba wung, wung, wung, wung, wung, wung, wung dan cepat sekali,” lanjutnya.
Hedi mengatakan tubuhnya langsung melemas dan berkeringat dingin. Ia bahkan harus berpegangan pada tiang hotel untuk menahan diri agar tidak terjatuh. Tim manajemennya kemudian membawanya kembali ke kamar hotel untuk beristirahat.
Namun, kondisinya justru memburuk. Ia mengaku mengalami muntah hebat tak lama setelah tiba di kamar hotel.
“Di kamar saya langsung muntah dan muntah banyak,” jelasnya.
Mual yang tak kunjung berhenti membuat Hedi akhirnya dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD)
“Satu jam nggak ada berhenti muntah terus muntah terus sampai kayak udah kosong juga terus keluar gitu. Akhirnya saya dilarikan ke UGD ke Rumah Sakit Siloam Surabaya,” terang Hedi Yunus.
Di rumah sakit, Hedi menjalani serangkaian pemeriksaan menyeluruh. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darahnya sangat tinggi hingga mencapai 200/130. Berbagai prosedur medis pun ia jalani, mulai dari USG, CT scan kepala, hingga MRI.
“Sempat USG, CT scan kepalanya segala macam. Sampai akhirnya diputuskan untuk tindakan MRI di kepala,” lanjutnya.
Ia pun menduga bahwa kondisi yang dialaminya tersebut bisa jadi dipengaruhi oleh faktor genetik.
“Mungkin karena genetik, dan kayaknya memang udah waktunya untuk meledak-lah gitu,” ujarnya.
Setelah menjalani perawatan selama dua hari, Hedi akhirnya diperbolehkan pulang dan kembali ke Jakarta. Namun proses pemulihannya belum selesai. Setibanya di Jakarta, ia harus menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut.
“Saya mau ke RS Harapan Kita karena untuk CT scan jantung. Lalu memeriksa segala macam hal lainnya agar tekanan darah saya stabil,” pungkas Hedi Yunus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

