Posted in

Garda Revolusi Iran Klaim Tewaskan Ratusan Tentara AS-Israel dalam Serangan Balasan – RISALAH

TEHERAN, 28 Februari 2026 – Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan respons militer besar-besaran terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel lebih awal pada hari Sabtu. Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, bagian dari IRGC, menyatakan bahwa operasi balasan tersebut menewaskan “ratusan personel Amerika dan Israel.”

Dalam pernyataan yang disiarkan media Iran, juru bicara tersebut mengecam aksi yang disebutnya sebagai “agresi brutal” oleh AS dan Israel. Dia mengklaim bahwa serangan balasan Iran dilakukan dengan “kecepatan tinggi dan akurasi tinggi,” menargetkan apa yang digambarkannya sebagai pusat-pusat vital, keamanan, dan militer penting di wilayah pendudukan Palestina.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Iran melancarkan “serangan petir” yang mengenai 14 pangkalan militer utama Amerika di kawasan tersebut. Klaim ini menandai eskalasi dramatis dari konflik yang dimulai dengan serangan Israel pagi tadi.

Juru bicara IRGC menambahkan bahwa agresi awal pihak lawan telah mengakibatkan korban sipil, termasuk anak-anak dan pelajar, yang menurutnya membuktikan “kebrutalan” AS dan Israel. Dia memperingatkan bahwa operasi militer Iran akan terus “lebih kuat dan lebih luas dari sebelumnya,” dan berjanji untuk terus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan yang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen mengenai klaim korban jiwa tersebut dari pihak Amerika Serikat atau Israel. Juru bicara Pentagon dan militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi klaim Iran ini. Sebelumnya, Israel melancarkan operasi “Zair al-Asad” (Raungan Singa) dengan dukungan AS, yang menargetkan situs-situs militer dan strategis di Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *