Posted in

ASDP Tutup Sejumlah Pelayaran di NTT Akibat Cuaca Buruk

PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Kupang, menutup sejumlah rute pelayaran Kapal Ferry di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat cuaca buruk. Penutupan itu berlaku sejak Senin (12/1/2026) hingga cuaca membaik.

“Dari tanggal 12 Januari 2025 sampai saat ini cuaca buruk. Sehingga hanya lintasan terdekat saja yang diizinkan beroperasi,” ujar Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Ramlan Iyang, kepada detikBali, Selasa (13/1/2026).

Ramlan menjelaskan semua lintasan jauh seperti Kupang-Rote Ndao, Sabu Raijua, Lembata, Sumba, Alor, Aimere, dan sebagainya tak diizinkan beroperasi, kecuali Kupang-Hansisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kapal-kapal tersebut untuk sementara berlabuh di Pelabuhan Bolok. Jadi belum ada informasi sampai kapan penutupan ini berlangsung karena masih menunggu surat imbauan dari KSOP Cabang Kupang yang akan segera keluar,” jelas Ramlan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Neno’ek mengatakan terdapat pusat tekanan rendah di selatan NTB dan utara Australia yang menyebabkan terjadinya daerah pembengkokan, perlambatan dan pertemuan angin di NTT yang disertai gelombang atmosfer Kelvin aktif dan gelombang Atmosfer Rendah.

Sehingga meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT. Pola angin di NTT umumnya bergerak dari Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-35 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, perairan Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, perairan selatan Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Sabu Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu dan perairan selatan Timor-Rote.

“Hal ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di perairan tersebut. Namun di sisi lain, juga harus mewaspadai awan Cumulonimbus atau awan gelap seperti kembang kol yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta mengubah arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba,” kata Sti.

Menurut Sti, gelombang dengan kategori sedang dengan ketinggian 1,25 meter- 2,5 meter serta gelombang tinggi 2,5 meter-4 meter diperkirakan terjadi pada 14-16 Januari 2026 di sejumlah wilayah di NTT.

“Tetap waspada dan selalu mengutamakan keselamatan di setiap aktivitas,” pungkas Sti.

(mud/mud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *