Posted in

Antisipasi Konflik, AS dan Inggris Mulai Evakuasi Personel Militer dari Qatar

Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Pemerintah Qatar mengonfirmasi bahwa pengurangan personel ini merupakan “tanggapan terhadap ketegangan regional saat ini.” Al-Udeid merupakan pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah yang menampung sekitar 10.000 personel Amerika dan 100 staf Inggris. Hingga kini, jumlah pasti personel yang ditarik masih dirahasiakan demi alasan keamanan operasional.

Eskalasi ini dipicu oleh laporan lembaga hak asasi manusia yang menyebutkan lebih dari 2.400 demonstran tewas dalam tindakan keras otoritas Iran sejak protes pecah akhir Desember lalu. Amnesty International menggambarkan situasi ini sebagai “pembunuhan massal di luar hukum dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Presiden Donald Trump sebelumnya memperingatkan akan adanya “tindakan yang sangat kuat” jika Iran nekat mengeksekusi para pengunjuk rasa. Namun, dalam pernyataan terbaru pada Rabu (14/1), Trump menyebut telah menerima informasi bahwa aksi pembunuhan di Iran mulai mereda.

“Kami diberitahu berdasarkan otoritas yang kuat bahwa pembunuhan di Iran telah berhenti, dan tidak ada rencana untuk mengeksekusi,” kata Trump. Namun, ketika ditanya apakah opsi militer telah dibatalkan, ia menjawab dengan diplomatis, “Kami akan mengawasi dan melihat bagaimana prosesnya.”

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan Trump untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu. “Jangan ulangi kesalahan yang sama seperti yang Anda lakukan pada bulan Juni. Tahukah Anda, jika Anda mencoba pengalaman yang gagal, Anda akan mendapatkan hasil yang sama,” tegasnya.

Pemerintah Iran menuduh AS sengaja “menciptakan dalih untuk intervensi militer.” Ketua parlemen Iran memperingatkan bahwa jika AS menyerang, maka pusat-pusat militer dan jalur pelayaran AS serta Israel di kawasan tersebut akan menjadi “target yang sah.”

Gelombang protes di Iran yang dipicu oleh anjloknya mata uang dan tingginya biaya hidup kini telah berubah menjadi tuntutan akan perubahan politik besar-besaran, yang merupakan tantangan tersulit bagi kepemimpinan ulama sejak revolusi tahun 1979. (BBC/Z-2)

Ketegangan meningkat. AS mengeluarkan peringatan perjalanan ke Qatar, Inggris menutup kedutaan besarnya di Iran, dan wilayah udara Iran secara resmi ditutup sebagian.

Copyright @ 2026 Media Group – mediaindonesia. All Rights Reserved

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *