Posted in

Kemlu RI Minta WNI di Iran Waspada

Kemlu RI Minta WNI di Iran Waspada

IVOOX.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mencermati situasi keamanan di Iran serta mengimbau WNI agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti aturan setempat, dan menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran. Kemlu RI Imbau WNI di Iran tetap tenang dan waspada.

KBRI Teheran membenarkan adanya serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota sekitar pukul 09.45 waktu setempat, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (28/2/2026), dikutip dari Antara.

Yvonne mengatakan, KBRI Teheran fokus melakukan komunikasi intensif dengan WNI di Iran dan telah mengeluarkan surat edaran terbaru yang berisi saran dan langkah konkrit yang dapat dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan mereka.

“Kami akan terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjamin keselamatan WNI,” kata Yvonne.

Dia juga menyampaikan bahwa dalam keadaan darurat, WNI dapat segera menghubungi hotline KBRI Tehran melalui +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.

Sementara, Kedutaan Besar RI (KBRI) Tehran menyampaikan bahwa sejauh ini para WNI yang berada di berbagai wilayah di Iran mengatakan bahwa mereka masih berada dalam kondisi aman.

“Sekitar pukul 2.30 waktu setempat, seluruh simpul-simpul WNI yang kami hubungi di berbagai kota di Iran menyampaikan bahwa dirinya tidak mengalami atau merasakan ancaman langsung terhadap para WNI,” kata Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat melalui pesan suara di Jakarta, Sabtu (28/2/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Dubes Rolliansyah, setidaknya secara resmi tercatat ada sekitar 329 WNI yang melakukan lapor diri, menegaskan bahwa fokus KBRI Tehran saat ini adalah untuk terus berkomunikasi dengan seluruh WNI yang berada di Iran.

“Komunikasi ini sangat penting agar kami dapat memberikan penilaian paling tepat untuk memberikan bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan para WNI,” ujar Roy, dan menambahkan penilaian keamanan di Iran akan dilakukan KBRI Tehran berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI.

KBRI pun kembali mengimbau agar seluruh WNI di Iran mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan pengamanan terhadap diri dan keluarganya masing-masing.

Pada hari Sabtu tanggal 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan bersama ke Iran. Serangan tersebut merupakan serangan kedua yang dilakukan Presiden AS Donald Trump setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.

Trump menyatakan bahwa pasukan AS meluncurkan operasi militer berskala besar terhadap Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman atas dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.

Pada hari yang sama, Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri, mengedepankan dialog dan diplomasi. Indonesia juga menyatakan bersedia memfasilitasi dialog agar keamanan yang kondusif dapat tercipta kembali, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” menurut pernyataan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *