Posted in

Olah TKP, Polisi Ungkap Kronologi Pelajar Asal Ngada yang Tewas Terjepit Truk Fuso

Olah TKP, Polisi Ungkap Kronologi Pelajar Asal Ngada yang Tewas Terjepit Truk Fuso

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 Wita di tengah cuaca hujan berkabut yang menyelimuti wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Truk bernomor polisi L 8996 UCD yang dikemudikan (Sopir) oleh Adrianus Dala (29) melaju dari arah Labuan Bajo menuju Ruteng. Di dalam kabin, Adrianus ditemani oleh dua penumpang, Yakobus Nay (22) dan Yoseph Rojerius Noa (19).

“Truk nahas tersebut diketahui melaju dari arah Labuan Bajo menuju Ruteng, dengan tujuan akhir di Bajawa, Kabupaten Ngada. Truk itu mengangkut tiga orang di dalam kabin, termasuk pengemudi,” kata Kanit Gakkum Lantas Polres Mabar, IPDA Bayu Wicahya Soekarno, S.H., Jumat (27/2) siang.

*Detik-detik yang Menegangkan*

Kanit Gakkum menjelaskan suasana berubah mencekam saat truk memasuki jalan lurus yang sedikit menurun di Rangga Watu. Tiba-tiba, sistem mekanis kendaraan mengalami kegagalan fungsi total.

“Kopling truk tiba-tiba mati, persneling dan rem tidak bisa digunakan sama sekali. Mobil langsung hilang kendali dan tergelincir keluar jalan,” jelasnya.

Dalam situasi panik tersebut, Adrianus, sang pengemudi, meneriakkan peringatan kepada kedua rekannya agar tetap berada di dalam kabin demi keselamatan.

“Tetap di dalam! Jangan keluar!” teriak pengemudi untuk menenangkan penumpang saat truk mulai meluncur ke kiri jalan, kata IPDA Bayu saat menceritakan kesaksian pengemudi.

*Kepanikan Berujung Maut*

Sayangnya, Yoseph Rojerius Noa, siswi berusia 19 tahun asal Desa Bela, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, diduga dilanda kepanikan luar biasa. Saat truk miring dan hendak masuk selokan, Yoseph berusaha menyelamatkan diri dengan melompat keluar melalui pintu kiri.

Keputusan itu justru menjadi petaka. Tubuhnya terjepit di antara pintu mobil dan gundukan tanah keras saat truk akhirnya terhenti di dalam got. Sementara itu, Adrianus dan Yakobus yang tetap bertahan di dalam kabin berhasil selamat meski mengalami trauma berat.

Saksi mata di lokasi, Paulus Dasaulus Datak (47), menceritakan suasana setelah kejadian.

“Kami langsung berusaha membantu. Korban (Yoseph) masih sempat dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Rekas untuk mendapat pertolongan medis,” ungkapnya.

Namun takdir berkata lain, luka dalam yang diderita Yoseph terlalu parah hingga ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di pusat kesehatan tersebut.

*Evakuasi dan Penanganan Polisi*

Pihak kepolisian dari Polres Manggarai Barat segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Cuaca hujan dan arus lalu lintas yang sepi membuat proses evakuasi awal dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

“Kami telah mengamankan barang bukti berupa satu unit truk Hino Fuso dan mencatat identitas para saksi di lokasi kejadian. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 1 juta, namun nyawa yang hilang tentu tidak ternilai harganya,” ungkap IPDA Bayu.

Saat ini, sang sopir, Adrianus Dala, bersama penumpang lainnya masih dalam keadaan syok. Kasus kecelakaan tunggal ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan akan pentingnya pengecekan kelaikan kendaraan, terutama saat melintasi jalur ekstrem Trans Flores di musim penghujan.

“Kondisi geografis di Manggarai Barat menuntut kewaspadaan tinggi karena medannya yang cukup menantang. Oleh karena itu, faktor keselamatan harus menjadi prioritas, terutama melalui pengecekan rutin terhadap kelaikan kendaraan,” ujarnya.

Jenazah korban telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Desa Bela, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada pada semalam, untuk selanjutnya disemayamkan oleh pihak keluarga.

“Tadi malam, korban meninggal dunia telah diberangkatkan ke kampung halaman untuk proses pemakaman. Adapun dua korban selamat saat ini masih dalam kondisi trauma dan memilih untuk pulang ke daerah asal mereka,” sebut Inspektur polisi dua itu.**#

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *