
JAKARTA, KOMPAS.com – Lisnawati, ibu kandung NS, meminta keadilan yang setimpal setelah anaknya meninggal di tangan ayah kandung dan ibu tirinya.
Permintaan itu disampaikan Lisnawati dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi III DPR RI, KPAI, LPSK, dan Kapolres Sukabumi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Mulanya, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman bertanya kepada Lisnawati, apakah ada yang ingin disampaikan dalam rapat tersebut.
“Ibu Lisnawati ada yang ingin disampaikan?” tanya Habiburokhman kepada Lisnawati, Senin.
Lisnawati kemudian meminta kematian anaknya mendapatkan keadilan yang setimpal. NS diketahui mengalami kekerasan fisik dan meninggal dunia di usia 13 tahun.
“Saya hanya (pengen) anak, anak saya pengen dapat keadilan yang setimpal,” ucap Lisna.
Mendengar hal tersebut, Habiburokhman menyatakan akan berupaya serius agar keadilan bisa dirasakan.
“Tentu, Bu. Kita all out Bu, ya, untuk memperjuangkan keadilan untuk anak ibu,” beber dia.
Dalam pertemuan yang sama, Habiburokhman juga meminta Kapolres Sukabumi, Samian, mengusut preman yang diikuti ayah kandung NS, Anwar Satibi, menyusul ancaman yang diterima Lisnawati usai melaporkan mantan suaminya ke pihak berwajib.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga menyatakan permintaan serupa.
Menurut Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati, latar belakang ini patut diatensi lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Apalagi, aksi kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan kliennya rupanya sudah terjadi sejak korban masih kecil.
Korban sempat disundut rokok, disiram air, hingga diceburkan ke dalam bak mandi.
“Yang pertama saya minta dijamin keamanannya ibu ini, Pak. Ya. Hajar saja gangster-gangster itu. Enggak ada urusan, Pak. Masa sudah sejauh ini belum ada penindakan, Pak,” tandas Habiburokhman.
