
Kapolri Pimpin Rapat Persiapan Mudik Lebaran 2026

Rapat koordinasi (rakor) tersebut berlangsung di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, pada Senin (2/3/2026). Beberapa tokoh penting turut hadir, termasuk Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Waasops Panglima TNI, Kepala BNPB, Kepala BMKG, serta jajaran Dirut BUMN seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.
Sebanyak 302 peserta mengikuti rakor secara tatap muka, termasuk 28 PJU Mabes Polri dan 36 Kapolda dari seluruh Indonesia. Kapolri Jenderal Listyo Sigit akan bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops) dalam struktur Operasi Ketupat 2026, dengan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai wakilnya. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho akan memimpin operasi ini secara teknis sebagai Kaopspus.
Kapolres dan jajaran Forkopimda tingkat daerah turut mengikuti rakor secara virtual. Jenderal Sigit menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan untuk melayani masyarakat yang mudik dan merayakan Idul Fitri 1447 H. Hal ini sejalan dengan tagline mudik 2026, yaitu “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi pasukan akan dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026.
Pemerintah memberlakukan kebijakan work from anywhere (WFH), puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi dua kali. “Prediksi puncak arus mudik (gelombang pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14-15 Maret. Kemudian pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17 (Maret). Sementara prediksi puncak arus mudik (kedua) ada di tanggal 18-19 Maret,” kata Jenderal Sigit.
Pada periode tersebut juga sedang berlangsung Hari Raya Nyepi, sehingga pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dan Bali harus dilakukan untuk menghormati umat Hindu.
Puncak arus balik Lebaran 2026 juga diprediksi akan terjadi dua kali, yaitu pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026. “Kemudian prediksi puncak arus balik yang pertama di tanggal 24 dan 25 Maret. Prediksi puncak arus balik kedua 28 sampai 29 Maret,” ujarnya.
Polri menjamin kesiapan jajarannya dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Selama Operasi Ketupat berlangsung, total 2.746 posko Lebaran akan didirikan, terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 343 Pos Terpadu.
Sigit mengimbau pengemudi untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan. “Ini kita juga sampaikan kepada pengemudi agar memanfaatkan fasilitas ini. Tolong nanti disosialisasikan, termasuk juga 343 Posko Terpadu, di mana pos ini merupakan pusat kendali operasi yang tentunya di dalamnya juga ada tempat rest area dan berbagai macam layanan yang kita siapkan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan balik,” ujar Sigit.
Beberapa titik krusial atau bottleneck yang perlu diperhatikan adalah Tol Jakarta-Cikampek Km 48 (turunan MBZ) dan Gerbang Tol Kalikangkung Km 414. Skema rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan ganjil-genap telah disiapkan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB).
Sumber: berita.detik.com


What’s Your Reaction?
- 0
Like - 0
Dislike - 0
Funny - 0
Angry - 0
Sad - 0
Wow
