
Forum Swakelola Sampah Bali (SSB) menyampaikan kekecewaannya terkait pola penundaan penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung berulang-ulang. Ketua Forum SSB, I Wayan Suarta, mengatakan kebijakan penutupan TPA Suwung selalu disampaikan tanpa didasari solusi yang matang.
“Tapi kalau misalnya terus gini ya siapa yang tidak capek dan juga marah juga kan seperti kita kecewa lah. Masa sekelas pemerintahan yang di sana juga ada tim-tim ahlinya juga, kan seperti itu,” kata Suarta kepada detikBali, Senin (2/3/2026).
GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI
Suarta merasa pemerintah mempermainkan publik dengan kebijakan-kebijakan yang tidak jelas dan berujung penundaan penutupan.
“Kita seolah-olah dipermainkan tapi besok ini saya mau rencananya ada kejelasan jangan dua bulan, tiga bulan diperpanjang, ditunda-tunda seperti itu terus-terusan capek juga kita ini,” ungkap Suarta.
Kekecewaan tersebut diperkuat ketika para swakelola telah menerima informasi bahwa TPA Suwung kembali dibuka hingga Juni 2026. Walhasil, Suarta membatalkan aksi yang rencananya digelar hari ini di depan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusra Kementerian LH di Renon, Denpasar.
Namun, penundaan penutupan hingga Juni itu juga tidak tidak disertai bukti surat resmi dari kementerian. “Kalau surat tertulis tidak ada, cuma secara lisan aja tadi disampaikan kepada kami,” sambung Suarta.
Suarta juga bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bali yang mengatakan surat tersebut masih dalam proses diketik di kementerian.
“Tapi sampai saat ini surat itu belum, artinya kita bisa dapatkan nggak tahu itu kan urusan pemerintah punya ya mungkin setingkat Pak Wali Kota terus Bupati apakah Gubernur seperti itu,” jelasnya.
Sebagai informasi, TPA Suwung awalnya direncanakan ditutup pada akhir tahun 2025. Kemudian, mendapatkan desakan dari masyarakat karena dinilai sistem pengelolaan sampah di Bali belum optimal, sehingga pemerintah daerah memohon untuk penundaan hingga Februari 2026.
Per 1 Maret TPA Suwung seharusnya sudah tidak beroperasi lagi. Namun, Forum Swakelola Sampah Bali menilai sampah-sampah masih perlu dibuang di TPA Suwung karena sistem pengelolaan sampah masih belum maksimal. Akhirnya, hari ini TPA Suwung kembali dibuka.
Hingga saat ini, belum ada respons dari Kepala Dinas LH Bali, I Made Dwi Arbani mengenai penundaan ini.
(hsa/hsa)
