Posted in

Ledakan Petasan Rakitan di Ponorogo Menewaskan Pelajar SMP

Ledakan Petasan Rakitan di Ponorogo Menewaskan Pelajar SMP

tvOne – Aris Batara

Ponorogo, tvOnenews.com – Ledakan dasyat yang berasal dari petasan rakitan mengakibatkan seorang pelajar kelas 3 SMP berinisial R (16) meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Kejadiannya di RT 2 RW 2 Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu sore (1/3/).

Sementara korban lainnya, AT (20), warga Morosari, Kecamatan Sukorejo, mengalami luka serius dan dirawat intensif di RSUD Bantarangin. Namun karena luka yang dialami cukup serius, korban akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Harjono.

Seorang saksi mata, Siswanto, menyampaikan ledakan terdengar sangat keras hingga mengagetkan warga sekitar. Saat mendengar ledakan, dirinya berada tidak jauh dari lokasi dan langsung mencari sumber bunyi ledakan.

“Awalnya ada ledakan keras dan saya langsung mencari sumber ledakan. Ternyata tidak jauh dari rumah saya. Saat itu saya melihat dua orang dalam kondisi serius, satu orang dipeluk oleh ibu dan kakaknya, sedangkan korban lainnya berada di depan rumah dalam kondisi kritis. Akhirnya satu korban meninggal dunia,” ujarnya.

Siswanto menambahkan, dirinya terkejut mengetahui rumah milik Minten yang porak poranda. Selanjutnya warga mengevakuasi salah satu korban dengan menggunakan motor ke rumah sakit untuk memberikan pertolongan.

“Posisi korban masih di depan rumah, belum meninggal dan didekap sama ibu dan kakaknya. Tapi akhirnya meninggal karena tidak ada pertolongan atas nama R. Satu korban lainnya atas nama AT langsung dibawa ke Rumah Sakit Bantarangin setelah melihat kondisi yang berlumuran darah,” ujar Siwanto.

Sementara itu Polsek Kauman Sumoroto masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti ledakan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara polisi menemukan sejumlah barang bukti diantaranya balon udara tanpa awak, sisa bahan petasan, sumbu petasan serta sejumlah barang bukti lainnya.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali yang memimpin jalannya olah tempat kejadian perkara saat dikonfirmasi sejumlah media menjelaskan jika pihaknya masih melakukan.

“Jadi saat ini kita masih melakukan penyelidikan terkait ledakan yang mengakibatkan seorang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka bakar hingga 80 persen. Korban yang meninggal dunia sudah di evakuasi ke rumah sakit untuk di autopsi. ” katanya. (asn/ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *