
Siswi SMA Negeri 1 Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama Zivania Martins Naibuti (16), dinyatakan pulih setelah menjalani perawatan medis intensif di RSUD Gabriel Manek Atambua akibat dijambak dan dibanting oleh gurunya. Meski demikian, Zivania masih merasa pusing.
“Sudah keluar dari rumah sakit. Kondisinya sudah lumayan, hanya kalau berdiri lama kepala agak pusing,” ujar ayah Zivania, Simon Naibuti kepada detikBali, Senin (2/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simon menjelaskan, anak pertama dari dua bersaudara itu sudah keluar dari RSUD Gabriel Manek pada Jumat (27/2/2026) sore. Menurut Simon, kasus tersebut tetap diproses meski Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Atambua Dominikus Seran Bria mendorong penyelesaian secara damai.
“Kita belum menyepakati perdamaian. Proses terus berjalan,” jelas Simon.
Ia menegaskan pemeriksaan terhadap anaknya itu dari polisi diagendakan pada hari ini sekitar pukul 15.00 Wita di Polres Belu. Ia berharap kasus tersebut ditangani secara profesional agar keluarga bisa mendapat kepastian hukum.
“Baru sekitar jam 3 sore kita ambil keterangannya (pemeriksaan Zivania),” imbuh Simon.
Kasat Reskrim Polres Belu AKP Rachmat Hidayat mengatakan pihaknya masih mengecek agenda tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Belu. “Nanti saya cek ya,” kata Rachmat.
Diberitakan sebelumnya, Zivania pingsan dan masuk rumah sakit setelah diduga, dianiaya oleh gurunya, Vince Aplugi. Peristiwa itu terjadi saat pelajaran di kelas tengah berlangsung, sekitar pukul 12.00 Wita, Selasa (24/2/2026).
“Terlapor menganiaya korban dengan menggunakan botol yang berisikan air mineral serta menarik rambut dan membanting korban di kursi hingga pingsan dan merasa sakit di bagian kepala dan merasa pusing,” ujar Kasat Reskrim Polres Belu AKP Rachmat Hidayat kepada detikBali, Rabu (25/2/2026).
Rachmat menuturkan kejadian itu bermula saat Zivania sedang mengikuti ujian mata pelajaran Biologi di dalam kelas. Dalam ujian itu ada soal yang jawabannya harus menggambar sel saraf. Namun, Zivania bersama teman-temannya tak bisa menggambar.
Atas dasar itu, Vince yang merupakan guru Biologi langsung memukul SMN dengan botol di bagian kepala Zivania. Setelah itu, Vince memberikan botol tersebut kepada Zivania.
(nor/nor)
