
Kebakaran terjadi di Grand Arkenso Park View Hotel, kawasan Simpang Lima, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Selatan. Kebakaran diduga berasal dari ruang boiler atau pemanas air.
Kasi Ops Damkar Kota Semarang, Agus Sulistiyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIB Minggu (1/3) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nggih benar. Terjadi kebakaran mesin boiler pukul 23.30 WIB di Jalan Ahmad Yani No. 1, Kelurahan Karangkidul,” kata Lis saat dihubungi detikJateng.
Ia mengatakan, usai mendapat laporan, sekitar 10 menit setelahnya ada sebanyak 31 petugas dengan lima unit Damkar diterjunkan untuk melakukan pemadaman.
“Kronologinya ada saksi yang melihat mesin boiler overheat dan mengeluarkan api, kemudian menghubungi Damkar,” terangnya.
Error 500 (Server Error)!!1500.Itu kesalahan.Terjadi kesalahan. Silakan coba lagi nanti. Hanya itu yang kami tahu.
“Untungnya tidak ada kendala, kalau kerugian materi dalam kejadian tersebut ada satu unit mesin boiler kira-kira kerugian kurang lebih Rp 1 miliar, tidak ada korban selain itu,” ungkapnya.
Terpisah, General Manager Setya Teguh Yuwana menjelaskan, kebakaran malam tadi bermula saat seorang pegawai yang tinggal di mess lantai 12 mendengar suara mencurigakan.
“Beliau (pegawai) lagi istirahat sambil lihat ponsel, dengar suara ‘kletek-kletek’, dikiranya hujan awalnya. Begitu keluar, ruang boiler itu menyala apinya,” kata Setya.
Pegawai yang melihat api sudah berkobar itu pun langsung mengambil APAR di lantai 11 dan 12 dan berupaya memadamkan api. Beberapa pegawai lainnya juga ikut membantu menggunakan hydrant.
“Api padam pakai hydrant. Terus damkar datang untuk melakukan pendinginan, karena mereka yang paham titik-titik mana yang masih berpotensi kembali memunculkan bara api,” jelas dia.
Setya menjelaskan, selama proses pemadaman awal menggunakan hydrant, satu pegawai juga sempat mengalami luka di tangannya. Namun, ia memastikan tak ada korban dari tamu hotel.
“Tidak ada korban atau chaos,” tegasnya.
Mengetahui adanya kebakaran tersebut, Setya mengaku langsung memerintahkan evakuasi pengunjung sesuai prosedur standar (protap). Pengunjung diminta keluar melalui tangga darurat.
“Masing-masing pegawai bawa daftar kamar, mereka arahkan tamu keluar lewat tangga darurat. Ini ditangani petugas sendiri. Yang menangani ada dua security, FO, engineering, kebetulan ada yang ganti shift dan akhirnya kita tarik untuk diperbantukan,” jelasnya.
Sementara itu, seorang saksi mata bernama Imron (50) mengaku melihat api yang cukup besar berkobar di pojok rooftop. Namun api sudah mulai mengecil saat petugas pemadam kebakaran datang.
“Saya lihat dari kejauhan ada lampu besar menyala di pojok. Ada lebih dari dua mobil pemadam kebakaran yang saya lihat,” ujarnya.
(afn/apu)
