Dikutip dari TCWC, analisis hari Sabtu, (28/02/2026) pukul 07.00 WIB pusat sirkulasi berada di sekitar 11.6°LS 100.3°BT, dengan kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1004 hPa.
Kemudian analisis satelit dalam 6-12 jam terakhir menunjukkan bahwa aktivitas konvektif yang berfluktuasi cenderung meningkat namun bersifat sporadis dan konveksi dalam masih teramati di sebagian wilayah barat dan barat laut sistem.
Namun sirkulasi pada lapisan permukaan terpantau lemah dengan kecepatan angin berkisar 15–20 knot, terutama di sisi timur sistem, sementara pusat sirkulasinya cenderung meluas.
Bibit Siklon Tropis 90S didukung oleh sejumlah faktor lingkungan, antara lain aktivitas gelombang ekuatorial Rossby, fenomena frekuensi rendah, serta MJO. Selain itu, kelembapan udara tergolong cukup basah di seluruh lapisan, terdapat divergensi kuat di lapisan atas (20–30 knot), dan konvergensi lemah di lapisan bawah.
Meski demikian, terdapat vertical wind shear dalam kategori sedang hingga kuat (20–30 knot), serta vortisitas rendah sampai sedang pada lapisan 850 hPa hingga 500 hPa.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dalam 24 jam ke depan intensitas bibit 90S diperkirakan tetap bertahan (persisten) dengan kecepatan angin di sekitar sistem antara 5–20 knot dan bergerak perlahan ke arah timur.
Selama 48 jam ke depan, sirkulasi sistem diperkirakan akan meluas lebih jauh ke arah timur. Secara umum, kemungkinan benih 90S berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan relatif rendah.
Dalam 24 jam ke depan hingga 1 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, bibit 90S berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia, berupa tinggi gelombang kategori sedang (1,25–2,5 meter) di wilayah berikut:
Samudra Hindia barat Lampung
Samudra Hindia selatan Jawa
Selat Sunda bagian selatan
Dengan demikian diimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran di wilayah terdampak untuk tetap waspada potensi gelombang tinggi dan kondisi perairan yang dapat berbahaya.
