
Pencarian Empat Awak KM Almujib Dilanjutkan di Perairan Indramayu
Empat unit kapal dikerahkan untuk menyisir area yang diprediksi menjadi titik pergeseran korban akibat terbawa arus laut.
Kasat Polairud Polres Indramayu AKP Asep Suryana menjelaskan bahwa lokasi pencarian diperluas mengikuti dinamika arus. Korban diduga terbawa ke arah timur dari lokasi awal kejadian dan berpotensi masuk perairan Cirebon.
“Pergerakan arus memungkinkan korban bergeser ke timur atau memasuki perairan Cirebon dari lokasi awal di sekitar Pulau Biawak,” kata Asep.
Insiden bermula saat KM Almujib bertolak dari Pelabuhan Karangsong pada Sabtu siang untuk melaut. Sekitar pukul 22.00 WIB, saat mesin kapal mati untuk beristirahat, sebuah tongkang tiba-tiba mendekat dan menghantam sisi kiri kapal.
Akibat benturan tersebut, KM Almujib terseret kurang lebih 10 menit. Lambung kapal mengalami kebocoran parah dan tenggelam dalam waktu singkat.
Carudin (48) dan Alfianto Agus Sulistiyo (20) selamat setelah terapung semalaman menggunakan jerigen bekas bahan bakar dan potongan gabus. Sedangkan nakhoda Jupri alias Kempot (35) dan awak kapal Wandi (39) ditemukan tewas.
Keempat nelayan yang masih dicari tersebut adalah Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), warga Desa Penganjang, Mas’ud (38), warga Desa Paoman, dan Ono (50), warga Desa Tambak.
Unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan KPLP terlibat dalam operasi pencarian. Proses evakuasi terkendala cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi.
Asep Suryana mengatakan bahwa seluruh personel berupaya maksimal untuk menemukan para korban meski kondisi cuaca ekstrem.
Berikut adalah identitas lengkap korban karamnya KM Almujib 6 GT:
Sumber Referensi: detik.com
